Soal Insentif Rp 1 Triliun untuk Pemda, Wamendagri Bima: Tak Hanya untuk Penilaian MBG

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, SUMEDANG - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menjelaskan informasi mengenai anggaran insentif sebesar Rp1 triliun bagi pemerintah daerah (Pemda) berprestasi.

Dia menegaskan anggaran tersebut tidak hanya dialokasikan untuk penilaian pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi mencakup berbagai aspek kinerja Pemda.

BACA JUGA: Wamendagri Wiyagus Tegaskan Pentingnya Keamanan Pangan Dapur MBG untuk Lindungi Anak

Indikator penilaian tersebut meliputi keberhasilan menurunkan angka stunting, pengangguran, dan kemiskinan.

Selain itu, penilaian juga mencakup akses dan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, implementasi Program Tiga Juta Rumah, pengelolaan sampah dan lingkungan ASRI, serta pengendalian inflasi.

BACA JUGA: Kemenkeu Siapkan Dana Insentif Rp 1 Triliun untuk Pemda Berkinerja Terbaik

"Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada daerah yang mampu mencari sumber pendanaan alternatif, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM)," ungkap Wamendagri Bima Arya kepada awak media di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (30/10).

Wamendagri Bima menjelaskan, pemberian insentif merupakan bagian dari upaya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus memberikan apresiasi kepada Pemda yang menunjukkan kinerja baik.

BACA JUGA: Kendalikan Inflasi, Wamendagri Wiyagus Dorong Pemda Optimalkan Pemanfaatan BTT

“Sejak tahun ini kami juga melakukan apresiasi kepada pemerintah daerah. Kami berikan insentif untuk memberikan tambahan anggaran untuk daerah," jelasnya.

Mulai tahun depan, lanjut Bima, Kemendagri akan menambahkan pelaksanaan program MBG sebagai salah satu kriteria penilaian.

Penilaian tersebut tidak hanya melihat kepatuhan terhadap tata kelola dan transparansi, tetapi juga kemampuan daerah membangun ekosistem ekonomi lokal melalui program tersebut.

"Nah ini, perlu kami luruskan. Pernyataan Pak Mendagri, kurang utuh dipahami oleh media dan publik. Jadi Kemendagri ini salah satu tugas utamanya adalah memastikan seluruh pemerintah daerah melaksanakan fungsi pelayanan publik dengan baik," terangnya.

Menurutnya, penilaian pelaksanaan MBG juga akan memperhatikan ketepatan sasaran penerima manfaat.

Program tersebut harus menjangkau kelompok yang telah ditetapkan, termasuk peserta didik, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta mendukung upaya penanganan stunting.

Bima juga menjelaskan, besaran apresiasi untuk kategori penilaian tersebut terdiri atas Rp3 miliar bagi pemenang pertama, Rp2 miliar bagi pemenang kedua, dan Rp1 miliar bagi pemenang ketiga.

Dengan demikian, angka Rp1 triliun yang menjadi perhatian publik merupakan total anggaran untuk keseluruhan pemberian insentif, bukan khusus untuk program MBG.

Ia menambahkan, pada gelombang pertama dan kedua Apresiasi Pemda Berprestasi 2026, sekitar 270 kabupaten/kota telah menerima insentif tersebut.

Kebijakan ini menjadi salah satu upaya Kemendagri membantu memperkuat kemampuan keuangan daerah, terutama bagi daerah yang memiliki keterbatasan fiskal.

“Ini adalah ikhtiar dari Kementerian Dalam Negeri untuk membantu penguatan kapasitas fiskal daerah terutama yang lemah. Dengan catatan ada hal-hal yang baik dari mereka,” ungkapnya.

Terkait mekanisme penyaluran, Bima menerangkan anggaran insentif bersumber dari Kementerian Keuangan dan ditransfer langsung ke kas daerah.

Sementara itu, Pemda penerima wajib mengusulkan rencana penggunaan anggaran kepada Kemendagri agar pemanfaatannya tepat sasaran.

Dana tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya program kesehatan, pendidikan, serta penguatan kapasitas ekonomi masyarakat setempat.

Kemendagri juga memastikan penggunaannya dilakukan secara transparan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.

“Supaya kami pastikan, tadi ya, dana miliaran ini dirasakan oleh warga,” pungkasnya. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wamendagri Tekankan Pentingnya Pemda Bangun Ekosistem Ekonomi Berbasis Potensi Daerah


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sosok Letda AG Tersangka Tewasnya Letda Jihad, Akmil 2025 Berdinas di Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan
• 18 jam lalu
0
thumb
KPK Tetapkan Dedi Congor Tersangka Baru Kasus Bea Cukai
• 9 jam lalu
0
thumb
Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Peras Biro Jasa WNA Rp 168,9 Miliar
• 20 jam lalu
0
thumb
Video Amatir Detik-Detik Longsor Tutup Jalan Lintas Simpang Empat Talu, Pasaman Barat | SAPA SIANG
• 2 jam lalu
0
thumb
Serah Terima Kaveling PIK2 Melonjak, Laba Bersih CBDK Capai Rp1,82 Triliun hingga September
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.