Sumber Air di Way Kambas Mengering, 5 Harimau Terekam Kamera Minum dari Baskom

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita
Sumber Air di Way Kambas Mengering, 5 Harimau Terekam Kamera Minum dari BaskomNasional | inews | Jum'at, 30 Oktober 2026 - 16:38Dengarkan Berita

LAMPUNG TIMUR, iNews.id - Pemandangan tak biasa terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Lampung. Lima ekor harimau Sumatera yang terdiri dari seekor induk dan anak-anaknya terekam kamera jebak sedang minum dari baskom yang disediakan petugas.

Rekaman tersebut viral di media sosial karena memperlihatkan kelima harimau secara bergantian meminum air sebelum kembali menjelajahi hutan. 

Namun, di balik momen yang menarik perhatian warganet itu, terdapat kondisi yang perlu diwaspadai, yakni mulai mengeringnya sumber air alami di habitat satwa liar akibat kemarau panjang.

Kondisi tersebut membuat petugas Balai Taman Nasional Way Kambas menyediakan sumber air tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan satwa di dalam kawasan hutan. Salah satunya melalui baskom berisi air yang dimanfaatkan oleh kelompok harimau tersebut.

"Saat ini kita dapat lagi hasil tangkapan dari kamera trap dan ini induk dengan tiga anaknya dan tiga anaknya ini jantan semua," ujar Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Mhd Zaidi, Jumat (30/10/2026).

Baca Juga:Menhan Lepas Pasukan Bela Diri Jepang usai Misi Pemadaman Karhutla di Kalbar

Dia menjelaskan, kondisi sumber air di kawasan hutan mulai terdampak kemarau panjang. Penyediaan air tambahan dilakukan sebagai upaya menjaga kebutuhan satwa liar selama musim kering.

"Kalau lihat dari fisik masih bagus walaupun sekarang kemarau panjang dan teman-teman memang rutin menyediakan tempat minum bagi satwa dan di sana kita pasang kamera," ucapnya.

Berdasarkan data Balai Taman Nasional Way Kambas, populasi harimau Sumatera di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 20 hingga 25 ekor.

Selain harimau Sumatera, kawasan konservasi ini juga menjadi habitat sejumlah satwa liar jenis kucing lainnya. Di antaranya macan dahan dan kucing emas yang hidup di zona inti dan rimba kawasan hutan.

Kondisi kekeringan ini menjadi perhatian petugas untuk memastikan ketersediaan air bagi satwa liar tetap terjaga selama kemarau berlangsung.

#lampung

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Visual Udara Aksi Demo Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tritura | KOMPAS PETANG
• 22 jam lalu
0
thumb
Jelang HUT ke-70, Astra Luncurkan 7 Inisiatif Sosial Jelang Usia 70 Tahun, Sasar 700 Desa
• 19 jam lalu
0
thumb
Kremlin: Perundingan Damai Rusia-Ukraina Bergantung pada Situasi Timur Tengah
• 22 jam lalu
0
thumb
Gibranisti Respons Denny Indrayana Cabut Gugatan Suket Gibran di PTUN: Kalau Petarung, Teruskan Saja
• 21 jam lalu
0
thumb
Kapuspen TNI Hadiri Anugerah Dewan Pers 2026
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.