Kremlin: Perundingan Damai Rusia-Ukraina Bergantung pada Situasi Timur Tengah

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Moskow: Kremlin menyatakan jadwal putaran berikutnya perundingan tiga pihak mengenai penyelesaian konflik Rusia-Ukraina bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah. 

Pernyataan tersebut menimbulkan keraguan apakah pertemuan yang direncanakan berlangsung pada November dapat terlaksana sesuai harapan awal.

Menurut laporan kantor berita Rusia, ajudan kebijakan luar negeri Kremlin Yuri Ushakov mengatakan Moskow belum mengusulkan tanggal pasti untuk perundingan berikutnya.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan harapannya agar pertemuan digelar di Abu Dhabi pada 6–10 November.

“Hal itu juga bergantung pada situasi di medan perang dan situasi secara umum. Anda bisa melihat situasi saat ini di Timur Tengah. Kondisi tersebut tidak memungkinkan kami mengadakannya dalam waktu dekat. Itu perkiraan saya,” kata Ushakov kepada wartawan, Rabu, 28 Oktober 2026, merujuk pada dampak regional perang AS-Israel melawan Iran.

Ushakov juga mengatakan belum ada pembahasan mengenai keterlibatan negosiator Eropa dalam putaran perundingan berikutnya.

Akhir pekan lalu, para pemimpin Inggris, Jerman, dan Prancis menyatakan Eropa akan berperan dalam perundingan yang dimediasi AS antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Zelenskyy untuk mengupayakan gencatan senjata.

“Tidak ada pembicaraan sama sekali mengenai hal ini, tidak ada yang sedang dipertimbangkan,” kata Ushakov, dikutip dari TRT World, Kamis, 29 Oktober 2026.

“Yang ada saat ini adalah kesepakatan untuk melanjutkan konsultasi tiga pihak dengan perwakilan Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat,” lanjutnya.
Pembahasan Pencabutan Sanksi Ushakov juga mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan pencabutan sanksi terhadap Dana Investasi Langsung Rusia masih berlangsung.

Menurut Ushakov, Kepala Dana Investasi Langsung Rusia sekaligus utusan presiden Rusia, Kirill Dmitriev, aktif mengupayakan pembicaraan mengenai pencabutan sanksi tersebut.

“Pembicaraan ini sedang berlangsung. Sudah berlangsung selama beberapa waktu. Saya tidak tahu bagaimana hasilnya nanti,” ujar Ushakov.

Ia menambahkan bahwa Dmitriev terus menjalin komunikasi sehingga persoalan tersebut masih dibahas. Ushakov juga menyebut isu itu telah muncul di media beberapa hari sebelumnya.

Pada Rabu, surat kabar The New York Times melaporkan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk mencabut sanksi terhadap dana investasi tersebut.

Awal bulan ini, Trump mengumumkan bahwa Rusia akan memasok diesel untuk pasar AS dan dunia, disertai pelonggaran sementara sanksi terhadap bahan bakar Rusia. Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan pada Selasa bahwa kapal tanker diesel keempat dijadwalkan berangkat pada Rabu.

Trump juga menerbitkan perintah eksekutif yang memberikan pengecualian terhadap sejumlah sanksi dan tarif utama AS terkait Rusia. Kebijakan tersebut mencakup bea atas barang-barang Rusia serta sanksi terhadap pembelian minyak dan gasnya, yang sebelumnya dijadwalkan berlaku berdasarkan undang-undang Graham Act yang ditandatangani Trump bulan lalu.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PTBA Raup Laba Rp4,41 Triliun hingga Kuartal III-2026, Melesat 216 Persen
• 10 jam lalu
0
thumb
Langen Tayub Pacitan Cetak Rekor MURI, Ibas Dorong Pelestarian Seni Budaya Tradisional
• 6 jam lalu
0
thumb
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027 yang Bisa Lunasi Bipih, Cek di Sini
• 9 jam lalu
0
thumb
41.824 tenaga kontruksi disertifikasi
• 17 jam lalu
0
thumb
Jadi Saksi di Sidang Dokter Tifa, Ade Darmawan Beri Keterangan soal Foto Jokowi
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.