Pabrik Air Minum Diduga Penyebab Sumur Warga Mengering, DPRD Takalar Bakal Sidak

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, TAKALAR – Keluhan warga Dusun Panjo’jo’, Desa Lassang Barat (Lasbar), Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, terkait mengeringnya sejumlah sumur mulai mendapat perhatian DPRD Takalar.

Warga secara resmi mengadukan kondisi tersebut ke DPRD Takalar dengan meminta agar aktivitas dua perusahaan pabrik air minum dalam kemasan (AMDK), yakni Club dan JS, ditinjau langsung.

Aduan itu disampaikan melalui surat pengaduan dan permohonan tindak lanjut yang dilayangkan perwakilan warga, Abdul Muis. Dalam surat tersebut, warga meminta DPRD turun tangan menyikapi dugaan dampak aktivitas perusahaan terhadap ketersediaan air bersih di lingkungan mereka.

Dalam isi pengaduan dijelaskan, sebagian besar sumber air rumah tangga atau sumur milik warga Dusun Panjo’jo’ mengalami kekeringan. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir dan berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Warga mengaku mulai kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya.

“Akibat dari dampak tersebut, kami atas nama warga masyarakat merasa sangat dirugikan dikarenakan aktivitas pabrik air minum Club dan JS yang setiap hari memproduksi dan mengambil ketersediaan air yang ada di kampung kami,” demikian bunyi surat pengaduan yang diterima wartawan, Jumat (30/10/2026).

Warga menduga aktivitas pengambilan air oleh kedua perusahaan tersebut memiliki kaitan dengan berkurangnya ketersediaan air di lingkungan permukiman mereka.

Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan pembuktian melalui peninjauan serta kajian teknis dari instansi terkait.

Dalam surat itu juga disebutkan, warga telah berupaya menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lassang Barat agar segera ditindaklanjuti.

Namun, hingga pengaduan dilayangkan ke DPRD Takalar, warga mengaku belum mendapatkan tindak lanjut sebagaimana yang diharapkan, baik dari pemerintah setempat maupun pihak perusahaan.

“Kami telah menyampaikan kepada pihak pemerintah setempat dan BPD Desa Lassang Barat agar bisa menindaklanjuti permasalahan tersebut. Namun, sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” sambung isi surat pengaduan tersebut.

Atas kondisi itu, masyarakat meminta Ketua DPRD Takalar bersama komisi terkait dan unsur pemerintah daerah segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sumur warga sekaligus meninjau aktivitas kedua perusahaan.

Warga berharap peninjauan tersebut dapat mengungkap penyebab kekeringan sumur yang mereka alami serta menghasilkan solusi konkret agar kebutuhan air bersih masyarakat tidak terus terganggu.

Bahkan, warga turut mendesak agar aktivitas operasional pabrik air minum Club dan JS dihentikan sementara hingga persoalan ketersediaan air bersih tersebut mendapatkan penyelesaian.

Ketua DPRD Bakal Turun Langsung
Menanggapi aduan tersebut, Ketua DPRD Takalar, Muh. Rijal, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi pabrik air minum Club dan JS.

Menurutnya, DPRD perlu melihat secara langsung kondisi di lapangan untuk mengetahui persoalan yang dikeluhkan warga, sekaligus memastikan penyebab mengeringnya sumur-sumur di sekitar kawasan perusahaan.

“Iya, tentu aduan masyarakat ini akan kami tindak lanjuti. Kami akan turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi pabrik Club dan JS untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan, termasuk mencari tahu apakah aktivitas pengambilan air oleh perusahaan memiliki kaitan dengan mengeringnya sumur milik warga,” ujar Muh. Rijal saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (30/10/2026).

Ia menegaskan, DPRD akan memberi perhatian terhadap keluhan masyarakat karena ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

“Kami ingin memastikan persoalan ini mendapat perhatian serius. Jangan sampai masyarakat di sekitar perusahaan justru mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Jika ditemukan adanya persoalan, tentu akan kami koordinasikan dengan instansi terkait agar ada solusi dan langkah penanganan,” tegasnya.

Peninjauan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tindak lanjut atas pengaduan warga, tetapi juga menjadi langkah awal untuk memastikan penyebab kekeringan sumur melalui pemeriksaan kondisi sumber air dan aktivitas pengambilan air oleh perusahaan.

Selain itu, DPRD diharapkan dapat mendorong keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan pemeriksaan teknis dan mengevaluasi dampak operasional perusahaan terhadap lingkungan sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen pabrik air minum Club maupun JS terkait keluhan dan dugaan warga tersebut. (mgs)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Demi Keamanan Data, Kemkomdigi Imbau Warga Tak Salah Akses Web Perlinsos
• 7 jam lalu
0
thumb
MUI Serukan Perdamaian Dunia di Forum Lintas Agama di Italia
• 19 jam lalu
0
thumb
Sarwendah Bawa Bukti Video Call Ruben Onsu ke Persidangan Hak Asuh, Minola Sebayang: Diperoleh dengan Cara Melawan Hukum!
• 21 jam lalu
0
thumb
Hashim Minta Masalah MSCI Segera Dimitigasi, Khawatir Dana Asing Keluar
• 23 jam lalu
0
thumb
Empat Korporasi Asing dan 16 Korporasi Dalam Negeri Ditetapkan Tersangka Karhutla
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.