Pemkot Jaksel bagikan alat bantu fisik kepada penderita stroke

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan membagikan alat bantu fisik (ABF) kepada penderita stroke sebagai komitmennya dalam memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, penanganan, dan pemulihan penyakit.

"Hari ini kami bersama teman-teman dari Kawan Stroke Indonesia melaksanakan kegiatan ini. Paling utama, kami ingin memberikan dukungan kepada seluruh penderita stroke di Jakarta agar mereka memiliki kekuatan dan kemampuan untuk terus melakukan mobilitas secara baik,” kata Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo di Jakarta, Kamis.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan kepada para penderita stroke dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia (World Stroke Day).

Syafrin mengatakan, peringatan Hari Stroke Sedunia menjadi momentum penting untuk memberikan semangat dan dukungan kepada para penyintas stroke, khususnya di DKI Jakarta agar terus menjalani proses pemulihan dan meningkatkan kemampuan mobilitas.

Dia berharap, keberadaan wadah seperti Kawan Stroke Indonesia dapat mempererat silaturahmi antarsesama penderita dan penyintas stroke.

"Mereka dapat saling berbagi pengalaman, memberikan dukungan, dan menguatkan semangat selama menjalani proses pemulihan," ucapnya.

Ia menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, termasuk Pemkot Jakarta Selatan terus mendorong pembangunan infrastruktur dan penyediaan fasilitas yang inklusif serta berkelanjutan bagi seluruh warga.

Baca juga: DKI butuh 27 "Stroke Ready Hospital" untuk tanggulangi stroke

"Upaya tersebut terutama ditujukan untuk mendukung penyandang disabilitas dan masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas," ucapnya.

Oleh karena itu, Syafrin mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pencegahan stroke sejak dini.

"Sebagai bentuk dukungan konkret Pemkot Jakarta Selatan kepada para penderita stroke, kami menyalurkan bantuan alat bantu fisik untuk mendukung mobilitas seperti kursi roda dan alat bantu jalan. Bantuan ini didistribusikan secara bertahap melalui Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kawan Stroke Indonesia (KASI), Maria Rosasinta memaparkan, saat ini terdapat tujuh rumah sakit yang sudah bergabung dan menunjukkan kepedulian terhadap penanganan penyakit stroke di Indonesia.

Ia mengatakan, stroke merupakan penyakit serius yang membutuhkan perhatian bersama karena memiliki dampak besar terhadap angka kematian dan kecacatan.

"Stroke bukan penyakit ringan, tetapi penyakit yang harus kita pedulikan karena sudah menduduki peringkat pertama untuk kematian dan kecacatan di dunia," katanya.

Maria menjelaskan, perkembangan komunitas stroke di Indonesia menunjukkan peningkatan, dari yang awalnya hanya empat komunitas, jumlahnya berkembang menjadi enam dan hingga kini mencapai lebih dari 20.000 komunitas di seluruh Indonesia.

Melalui peringatan Hari Stroke Sedunia, Kawan Stroke Indonesia berharap para penderita stroke dan masyarakat luas semakin peduli terhadap pentingnya pencegahan.

Baca juga: Jaksel beri bantuan kursi roda bagi penderita stroke

Baca juga: Stroke di usia muda bertambah dipengaruhi beban kerja tinggi

Baca juga: Warga Jakarta diajak jalan kaki 7.500 langkah sehari selama 21 hari


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
3 Rekomendasi Drama Korea tentang Melawan Pemerintah, Salah Satunya Dibintangi oleh Ji Sung dan Raih Rating Tinggi
• 6 jam lalu
0
thumb
Hadir di Dialog Antargenerasi, Ahok Dorong Pembuktian Terbalik Pejabat
• 22 jam lalu
0
thumb
Inara Rusli Beri Hadiah Sepatu Roda untuk Anak Insanul Fahmi, Wardatina Mawa: Aku Nggak Temenan!
• 8 jam lalu
0
thumb
Lindungi Generasi Muda dari Narkoba, Wakapolda Riau Hadiri Deklarasi Rupat Utara Bersinar
• 9 jam lalu
0
thumb
Cara Laporkan Penyaluran Bansos Bermasalah, Ini Kanal Resminya
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.