Pemkab Humbahas Bentuk Tim Kaji Usulan Gelar Pahlawan untuk Friedrich Silaban

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara, resmi membentuk Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) guna memproses pengusulan arsitek legendaris Indonesia asal Humbahas, Friedrich Silaban, sebagai Pahlawan Nasional.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari inisiatif yang digulirkan oleh Fraksi Partai NasDem DPR RI serta didukung oleh aksi ribuan tanda tangan masyarakat di tanah kelahirannya.

Tim TP2GD yang dibentuk Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, beranggotakan Sekretaris Daerah, jajaran kepala dinas terkait, serta perwakilan pihak penginisiatif. Tim ini bertugas menyusun kajian akademis, menyiapkan seluruh berkas administrasi, dan memberikan rekomendasi resmi kepada bupati sebelum diajukan ke Pemerintah Provinsi Sumatra Utara dan Kementerian Sosial.

Friedrich Silaban dinilai memiliki jasa luar biasa terhadap tonggak sejarah rancang bangun dan arsitektur modern Indonesia. Sejumlah karya rancangannya menjadi monumen dan ikon kebanggaan nasional, di antaranya Masjid Istiqlal, Monumen Nasional (Monas), Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Istora, hingga Gedung Kantor Pusat Bank Indonesia.
 

Baca Juga :

Napak Tilas Sang Arsitek Istiqlal, NasDem Dorong Gelar Pahlawan untuk Friedrich Silaban


Anggota Tim TP2GD dari Fraksi Partai NasDem DPR RI, Eriko Silaban, menegaskan bahwa mahakarya Friedrich Silaban bukan sekadar pencapaian fisik arsitektur bangunan, melainkan manifestasi dari nilai peradaban, kebangsaan, serta simbol kerukunan antarbangsa.

"Kekuatannya adalah bahwa karya beliau ini bukan hanya sebagai arsitek bangunan semata, tetapi menjaga peradaban, menjaga kebangsaan, dan menjaga toleransi yang dinikmati hingga saat ini," kata Eriko dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Kamis, 29 Oktober 2026.

Eriko mencontohkan pembangunan Masjid Istiqlal yang dimenangkan Silaban melalui sayembara terbuka di era kepemimpinan Presiden Sukarno.

"Beliau seorang Kristen, tetapi menjadi arsitek Masjid Istiqlal yang terbesar di Indonesia. Itu sayembara, tidak kontrak seperti proyek biasa, dan beliau tidak mengharapkan imbalan materi di situ. Karya-karya tersebut menjadi bukti nyata nilai toleransi dan cinta tanah air yang kokoh," ucapnya.

Melalui kelengkapan riset dan kajian historis yang tengah dirumuskan TP2GD, Friedrich Silaban diharapkan dapat segera dikukuhkan menyandang gelar Pahlawan Nasional atas kontribusi besarnya bagi lanskap sejarah Republik Indonesia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Luar Biasa! Hajar Panama 5-3, Indonesia dan Luksemburg Berebut Tiket Semifinal Piala Dunia U-15
• 10 jam lalu
0
thumb
Hotel Jayakarta (PNSE) Lepas Aset Tanah di Bali, Kantongi Rp70,1 Miliar
• 15 jam lalu
0
thumb
Beras SPHP Diduga Disalahgunakan, BULOG Nonaktifkan 6 Pegawai dan Bentuk Satgas
• 7 jam lalu
0
thumb
Land Cruiser Family dan bZ4X Touring Ramaikan GIIAS Makassar
• 13 jam lalu
0
thumb
Menteri Jumhur Gaungkan Gerakan Tobat Ekologis di Depan Pastor & Masyarakat Adat Danau Toba
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.