Rupiah Menguat ke Rp18.141 per Dolar AS, Keputusan The Fed Tahan Suku Bunga Jadi Sorotan Pasar

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Nilai tukar rupiah menguat 43 poin atau 0,24 persen menjadi Rp18.141 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis (29/10/2026), di tengah respons pasar terhadap keputusan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), mempertahankan suku bunga acuannya.

Penguatan tersebut terjadi dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp18.184 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan pergerakan rupiah dipengaruhi hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal atau Federal Open Market Committee (FOMC) pada Oktober 2026.

Menurutnya, keputusan The Fed mempertahankan suku bunga telah sesuai dengan perkiraan pelaku pasar.

The Fed Pertahankan Suku Bunga di Level 3,75–4,00 Persen

Josua menjelaskan bahwa bank sentral AS memutuskan tidak mengubah tingkat suku bunga acuannya dalam pertemuan FOMC Oktober 2026.

“Pada FOMC (Federal Open Market Committee) Oktober 2026, The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan pada level 3,75–4,00 persen, sesuai dengan ekspektasi konsensus,” ucap Josua kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa The Fed masih mempertahankan kebijakan moneternya sambil mencermati perkembangan kondisi ekonomi.

Bank sentral AS juga kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga.

Dalam pertemuan tersebut, dua anggota FOMC menyampaikan perbedaan pendapat atau dissent terhadap keputusan mempertahankan suku bunga.

Keduanya adalah Gubernur The Fed Lisa Cook dan Presiden Cleveland Fed Beth Hammack yang memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

The Fed Belum Beri Sinyal Jelas Soal Suku Bunga Desember

Josua menyampaikan bahwa The Fed belum memberikan petunjuk tegas mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember 2026.

Bank sentral AS masih menempatkan perkembangan data ekonomi sebagai pertimbangan utama dalam menentukan arah kebijakan berikutnya.

“The Fed tidak memberikan indikasi yang jelas mengenai kemungkinan kenaikan kembali suku bunga kebijakan pada Desember 2026, dengan menekankan bahwa keputusan kebijakan ke depan akan bergantung pada perkembangan data dan diarahkan untuk membawa inflasi kembali ke target 2 persen,” ungkap Josua.

Selain mempertahankan suku bunga, The Fed mengumumkan rencana pengurangan jumlah pertemuan kebijakan pada tahun berikutnya yang menjadi forum pemungutan suara terkait suku bunga.

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp18.100–Rp18.225

Berdasarkan perkembangan kebijakan moneter AS tersebut, Josua memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.225 per dolar AS.

Perkiraan itu mempertimbangkan keputusan The Fed mempertahankan suku bunga serta belum adanya kepastian mengenai arah kebijakan pada Desember 2026.

Pelaku pasar masih mencermati perkembangan data ekonomi AS yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan bank sentral tersebut.

Sementara itu, penguatan rupiah sebesar 43 poin pada pembukaan perdagangan Kamis menempatkan mata uang Indonesia di level Rp18.141 per dolar AS.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polres Merangin Digeruduk OTK Bawa Benda Mirip Senapan Usai Pelaku Tambang Diciduk
• 19 menit lalu
0
thumb
Dejan/Felisha Lolos ke 16 Besar Hylo Open 2026, Akui Sempat Kesulitan Lawan Wakil Tuan Rumah
• 6 jam lalu
0
thumb
Rehab-Rekon Sumatera Berjalan, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM
• 18 jam lalu
0
thumb
The Fed Tahan Suku Bunga, IHSG Diprediksi Menguat Lagi
• 6 jam lalu
0
thumb
Menperin: Rencana Insentif Mobil Hybrid Tetap Lanjut, Skemanya Beda dengan BEV
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.