Sekelompok orang mendatangi Markas Polres (Mapolres) Merangin, Jambi, sekitar pukul 16.00 WIB. Kedatangan mereka diduga berkaitan dengan penangkapan dua orang yang disinyalir terlibat aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin.
Situasi di Mapolres Merangin sempat memanas. Dalam video yang beredar, sejumlah orang terlihat terlibat ketegangan dengan polisi. Beberapa di antaranya bahkan tampak mengejar petugas.
Sejumlah orang juga terlihat membawa benda yang diduga sebagai senjata, termasuk benda menyerupai senapan angin. Ketegangan tersebut akhirnya dapat diredam oleh personel kepolisian.
Kapolda Jambi Irjen Pol Widodo memerintahkan jajarannya menangkap orang-orang yang diduga melakukan perusakan di Mapolres Merangin dalam waktu 24 jam.
Widodo mengatakan, penangkapan dua orang sebelumnya merupakan bagian dari penindakan aktivitas PETI yang menggunakan alat dompeng. Penindakan tersebut belum menyasar aktivitas pertambangan yang menggunakan alat berat.
“Yang saya sesalkan, kok bisa berani masuk Polres itu. Saya perintahkan untuk 24 jam ini bisa menangkap orangnya yang melakukan perusakan di Mako Polres Merangin,” kata Widodo.
Ia mengungkapkan, pihaknya telah memperkirakan adanya kendala dalam penertiban PETI. Setelah dua orang ditangkap, muncul pihak-pihak yang berupaya mengurus persoalan tersebut. Widodo juga menyinggung dugaan adanya kelompok yang berada di balik aktivitas PETI.
Terkait penanganan perkara, Widodo menyebut kasus tersebut telah ditarik ke Polda Jambi dengan pertimbangan keamanan. Saat memberikan keterangan, ia mengatakan orang-orang yang diduga terlibat dalam penyerangan belum ditangkap.
Kapolda memastikan dukungan personel Brimob diperkuat untuk membantu penindakan PETI. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan di Merangin, tetapi juga di sejumlah titik lain yang telah dipetakan.
“Penebalan tidak, tapi memang backup kita perkuat dari Brimob untuk segera melakukan penindakan, tidak hanya di Merangin, di beberapa titik yang sudah kami petakan,” ujarnya.
Widodo juga menginstruksikan seluruh polres di Jambi agar tetap melanjutkan penertiban dan penindakan terhadap aktivitas PETI. Menurutnya, kegiatan tambang ilegal berpotensi merusak lingkungan dan meningkatkan risiko bencana, terutama saat musim hujan.
“Untuk polres lain saya imbau jangan kendur. Tetap lakukan upaya penertiban dan penindakan terhadap semua kegiatan PETI yang ada di Jambi,” tegasnya.






Komentar (0)