The Fed Tahan Suku Bunga, IHSG Diprediksi Menguat Lagi

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (29/10). Pada perdagangan Rabu (28/10), IHSG ditutup naik 16,18 poin atau 0,31 persen ke level 5.282,31.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menyebut IHSG telah mengonfirmasi pembalikan arah (rebound) setelah terbentuk pola bullish pin bar yang bertindak sebagai wave (b).

“Dengan demikian, pembeli kembali masuk ke pasar,” kata Nafan dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10).

Sentimen Global

Keputusan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), yang mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75-4,00 persen, telah sesuai ekspektasi pelaku pasar. Namun, inflasi AS yang belum kembali ke target 2 persen membuat peluang kenaikan bunga pada pertemuan Desember tetap jadi perhatian.

Meski suku bunga The Fed ditahan, dua anggota komitenya memilih menaikkan suku bunga 25 basis poin. Sehingga keputusan The Fed menahan suku bunga kali ini belum tentu menandai berakhirnya siklus pengetatan, dan The Fed masih butuh data tambahan.

Investor kini menanti data produk domestik bruto (PDB) AS kuartal III dan indikator inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE).

Adapun Timur Tengah, serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas kilang minyak di Arab Saudi memicu kekhawatiran pasokan. Harga minyak Brent naik 1,04 persen ke USD 110,55 per barel.

Sentimen Domestik

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari penghitungan IHSG mulai 2 November 2026.

Kebijakan itu bertujuan meningkatkan kualitas dan transparansi indeks, tetapi dalam jangka pendek berpotensi memicu penyesuaian portofolio. Komunikasi otoritas pasar modal dengan penyedia indeks MSCI soal transparansi kepemilikan, aksesibilitas pasar, dan reformasi juga tetap disorot demi menjaga kepercayaan investor asing.

Pada Rabu (28/10), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI menyetujui tiga agenda: perubahan anggaran dasar terkait demutualisasi, alokasi laba ditahan Rp 2 triliun dan dividen khusus Rp 1,564 triliun, serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2027.

Demutualisasi berpotensi menjadi katalis positif jangka menengah-panjang, sedangkan dampak jangka pendeknya bergantung pada implementasi, arus dana asing, stabilitas rupiah, dan sentimen global.

Sementara itu, MNC Sekuritas menilai IHSG masih berpeluang melanjutkan pergerakan dalam fase koreksi terbatas selama mampu bertahan di atas level 4.907.

Koreksi IHSG diperkirakan dapat menguji area 5.116–5.180. Setelah itu, indeks berpeluang kembali menguat menuju rentang 5.456–5.564.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mencekam! Kadispar Sultra Dikepung Massa usai Diduga Fitnah Anggota DPR di Medsos
• 20 jam lalu
0
thumb
Bocah Perempuan Luka Parah Diserang Serigala di Kebun Binatang Jerman
• 10 jam lalu
0
thumb
Dewan Pers beri empat penghargaan untuk perusahaan hingga tokoh pers
• 7 jam lalu
0
thumb
Sanksi Administrasi Pajak Kini Bisa Dihapus, DJP Ungkap Persyaratannya
• 19 jam lalu
0
thumb
2 Pekan Lagi Proses Naturalisasi Taisei Marukawa Diharapkan Tuntas, Bisa Gabung Timnas Indonesia di FIFA Matchday November?
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.