Wall Street Ditutup Menguat usai The Fed Tahan Suku Bunga

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (28/10/2026) waktu setempat.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (28/10/2026) waktu setempat. (Foto: Dok. Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (28/10/2026) waktu setempat. Penguatan terjadi setelah bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), mempertahankan suku bunga acuan sesuai ekspektasi pasar, sementara investor mencermati kinerja keuangan emiten dan prospek investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,75-4 persen. Dalam pernyataannya, bank sentral meningkatkan proyeksi terhadap  ekonomi AS, meski mengakui inflasi masih tinggi. Pasar kini mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya pada Desember 2026.

Baca Juga:
The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4 Persen, Pasar Antisipasi Kenaikan pada Desember 2026

Kepala Strategi Pasar Carson Group, Ryan Detrick menilai keputusan tersebut tidak mengejutkan pelaku pasar karena sudah diperkirakan sebelumnya.

 "The Fed tidak memberikan kejutan. Pasar secara luas memperkirakan mereka akan mempertahankan suku bunga, sehingga tidak ada kejutan besar," ujarnya dikutip dari Reuters, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga:
Wall Street Dibuka Menguat, Saham Chip AI Melonjak Jelang Keputusan The Fed

Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember mencapai 87,4 persen, naik dari 78,3 persen pada Selasa (27/10/2026). Ekspektasi tersebut berpotensi berubah setelah rilis data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang menjadi salah satu indikator inflasi pilihan The Fed, serta estimasi awal pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal III-2026.

Dari sisi kinerja emiten, musim laporan keuangan kuartal III-2026 berlangsung positif. Data LSEG menunjukkan 200 perusahaan dalam indeks S&P 500 telah merilis laporan keuangan, dengan 84 persen di antaranya mencatatkan laba di atas estimasi konsensus analis. Analis memperkirakan pertumbuhan laba agregat emiten S&P 500 mencapai 31,8 persen secara tahunan, meningkat dari perkiraan 30,6 persen pada 1 Oktober 2026.

Saham sektor semikonduktor turut menopang penguatan pasar. Indeks Philadelphia SE Semiconductor mencatat kenaikan harian keempat berturut-turut, pulih dari tekanan sebelumnya akibat kekhawatiran terhadap besarnya belanja investasi perusahaan teknologi berskala besar untuk infrastruktur AI. 

Saham Micron Technology melonjak setelah pesaingnya dari Korea Selatan, SK Hynix, melaporkan kenaikan laba kuartalan lebih dari tujuh kali lipat. Saham SK Hynix yang diperdagangkan di AS juga ditutup menguat tajam. Detrick mengatakan investor kini lebih memperhatikan keberlanjutan belanja AI dibandingkan keputusan suku bunga The Fed. 

Indeks S&P 500 ditutup naik 21,77 poin atau 0,28 persen ke level 7.744,37. Nasdaq Composite menguat 72,04 oin atau 0,27 persen ke posisi 26.459,85 sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 102,05 poin atau 0,19 persen menjadi 52.479,62.

Harga minyak mentah AS juga naik setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang kilang di Arab Saudi, menambah kekhawatiran terhadap pasokan energi. Kenaikan harga minyak menjadi perhatian investor karena berpotensi meningkatkan biaya ekonomi dan menambah tekanan inflasi.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemuda, Politik, dan Belukar Zaman
• 3 jam lalu
0
thumb
Wakapolda Temui Mahasiswa di Bundaran HI, Apresiasi Unjuk Rasa Berlangsung Tertib
• 10 jam lalu
0
thumb
Menanti Jokowi Hadiri Sidang Tudingan Ijazah Palsu
• 3 jam lalu
0
thumb
Kabar Baik! Pemerintah Bebaskan BPHTB Rumah untuk MBR, Cek Syarat dan Ketentuannya
• 18 jam lalu
0
thumb
4 Manfaat Menunda Main HP Setelah Bangun untuk Kesehatan Mental
• 34 menit lalu
0
Berhasil disimpan.