Sebagai negara yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), Indonesia sangat rawan terhadap berbagai jenis bencana alam. Mulai dari gempa bumi, tsunami, hingga letusan gunung berapi, bencana-bencana itu bisa terjadi sewaktu-waktu dan perlu diantisipasi sejak dini.
Salah satu cara untuk mengurangi risiko saat bencana terjadi adalah dengan menyiapkan tas siaga bencana. Tas ini berisi berbagai kebutuhan dasar yang bisa digunakan untuk bertahan dalam situasi darurat maupun selama proses evakuasi ke tempat yang lebih aman.
Dalam keluarga, ibu punya peran besar dalam menyiapkan tas siaga bencana. Mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga perlengkapan khusus anak, semuanya perlu disiapkan dengan cermat.
Setiap ibu tentu punya prioritas masing-masing dalam memilih barang yang perlu dibawa, termasuk bagi sejumlah teman kumparanMOM. Kira-kira apa saja isi tas siaga bencana yang mereka siapkan untuk keluarga? Yuk, simak ceritanya di bawah ini!
Isi Tas Siaga Bencana versi teman kumparanMOMUntuk mengantisipasi keadaan darurat, teman kumparanMOM Laras (36) menyiapkan sejumlah dokumen pribadi, seperti kartu keluarga, ijazah, akta kelahiran, dan dokumen penting lainnya. Ia juga melengkapi tasnya dengan kotak P3K, perlengkapan mandi, masker, senter, serta powerbank.
Nggak kalah penting, Laras juga memastikan perlengkapan sang anak ikut terbawa. “Pasti ada sih perlengkapan khusus anak. Kayak tisu basah, pakaian ganti. Kebetulan anakku juga suka ngemil, jadi kubawain satu atau dua camilan anak,” katanya.
Selain Laras, ada Mom Maulina yang juga mempersiapkan tas siaga bencana untuk keluarganya. Terlebih, lingkungan tempat tinggalnya adalah daerah yang rawan banjir. Berikut daftar perlengkapan yang ia siapkan:
Kartu keluarga, KTP, dan dokumen pribadi lainnya.
Popok sekali pakai, minyak telon, tisu basah dan tisu kering, peralatan mandi, krim bayi, mainan kesukaan anak, dan kebutuhan khusus bayi lainnya.
Pakaian ganti dan pakaian dalam untuk orang tua maupun anak-anak, sampo, dan perlengkapan mandi lainnya.
Persediaan makanan untuk sekeluarga.
Obat-obatan pribadi, obat untuk anak, obat merah, plester luka, obat penurun demam untuk bayi sesuai kebutuhan, minyak kayu putih dan perlengkapan pertolongan pertama lainnya.
Supaya lebih praktis, Maulina sengaja memisahkan barang-barang sesuai fungsinya, terutama dokumen penting. “Kalau surat-surat memang sudah aku pisahkan ke satu tas khusus, jadi kalau ada apa-apa tinggal angkut,” ujarnya.
Nah, kalau Mom Fitri Indra (33) sangat memprioritaskan kebutuhan sang anak saat menyiapkan tas siaga bencana. Beberapa barang yang menurutnya harus ada adalah popok sekali pakai, tisu basah, makanan bayi, dan obat-obatan. Menurutnya, kebutuhan itu bisa sangat membantu selama situasi darurat.
Selain perlengkapan anak, Fitri juga menyiapkan berbagai kebutuhan umum. “Obat-obatan pribadi, masker, beberapa helai pakaian ganti sekeluarga minimal untuk tiga hari, berkas-berkas penting, alat mandi, air mineral, powerbank, charger HP, senter atau headlamp,” ujarnya.
Jika tas siaga bencana sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari, Fitri mengingatkan agar isinya tetap diperiksa secara berkala. Pastikan kebutuhan keluarga sudah lengkap, semua barang dalam kondisi baik, dan obat-obatan belum kedaluwarsa agar siap digunakan saat keadaan darurat.
Temukan beragam inspirasi parenting dari ribuan ibu di seluruh Indonesia, gabung komunitas teman kumparanMOM di kum.pr/mom4






Komentar (0)