SK Hynix: Krisis Memori Berlanjut hingga 2030, Harga DRAM Terus Naik

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Perusahaan semikonduktor asal Korea Selatan, SK Hynix, memprediksi krisis pasokan memori akan berlanjut hingga tahun 2030. Harga DRAM diproyeksikan akan terus melonjak, sementara permintaan NAND Flash terus meningkat.

Menurut SK Hynix, permintaan memori terus meluas seiring perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang kini tak lagi dilakukan perusahaan raksasa teknologi, tapi juga merambah ke perusahaan umum dan sovereign AI. Hal ini disampaikan oleh Kim Woo-hyun, Chief Financial Officer SK Hynix, dalam konferensi pers pemaparan kinerja keuangan perusahaan Q3, pada 28 Oktober 2026.

"Permintaan memori yang dapat direalisasikan tahun depan akan menunjukkan pertumbuhan bit di kisaran 20 persen pertengahan untuk DRAM dan 20 persen akhir untuk NAND Flash," kata Kim sebagaimana dikutip BigGo Finance.

Menurutnya, krisis memori yang diprediksi bertahan hingga 2030 disebabkan oleh permintaan yang tinggi tidak dibarengi dengan fasilitas produksi yang memadai. Akibatnya, peningkatan kapasitas pasokan tidak dapat mengimbangi pertumbuhan permintaan.

SK Hynix memperkirakan belanja modal penyedia layanan cloud (cloud service provider/CSP) di seluruh dunia akan meningkat lebih dari 60 persen pada 2027. Sementara pasar infrastruktur pusat data AI diproyeksikan tumbuh dengan rata-rata tahunan lebih dari 40 persen hingga 2030.

Dalam jangka pendek, permintaan akan didorong oleh penggunaan AI di perusahaan dan perangkat pribadi. Adapun dalam jangka menengah hingga panjang, teknologi seperti kendaraan otonom, robotika, dan physical AI bakal memperluas kebutuhan memori.

"Meski pemain tertentu memperlambat laju investasi AI, struktur pasar sedang bergeser sehingga peningkatan investasi di bidang lain dapat mengimbanginya," ujar Kim.

Harga DRAM dan NAND Flash Melonjak

Indikator harga memori juga menunjukkan tren kenaikan yang jelas. Harga jual rata-rata (average selling price/ASP) DRAM SK Hynix pada kuartal III meningkat di kisaran 20 persen akhir dibandingkan kuartal sebelumnya.

Menurut lembaga riset pasar DRAMeXchange, harga rata-rata DRAM jenis DDR4 5GB 1Gx8 2133MHz ada di kisaran Rp 475 ribu pada akhir kuartal III. Angka tersebut lebih dari empat kali lipat dibanding harga di periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp 114 ribu.

Kenaikan serupa terjadi pada NAND Flash. Harga rata-rata NAND Flash jenis 128Gb 16Gx8 MLC melonjak menjadi 30,61 dolar AS (Rp 545 ribu), setara delapan kali lipat harga di periode yang sama tahun sebelumnya. SK Hynix juga mengonfirmasi bahwa HBM4 mulai menjadi salah satu pilar baru pendapatan perusahaan.

Kim memperkirakan HBM4 akan melampaui HBM3E pada kuartal IV, baik dari sisi porsi total pengiriman HBM maupun pendapatan. Dengan demikian, HBM4 bisa menjadi produk unggulan perusahaan. Untuk mendukung peningkatan produksi, SK Hynix berencana mempercepat peningkatan kapasitas pabrik M15X di Cheongju hingga mencapai kapasitas penuh pada akhir tahun.

Perusahaan juga tengah merampungkan negosiasi volume dan harga HBM untuk tahun depan bersama pelanggan utama. Dalam pembahasan tersebut, SK Hynix menghitung peningkatan nilai produk HBM4 ke dalam ketentuan transaksi. SK Hynix turut memperkirakan selisih profitabilitas antara HBM dan DRAM konvensional akan menyempit secara signifikan.

SK Hynix juga menargetkan peningkatan pengiriman memori pada kuartal IV 2026. Pengiriman DRAM diperkirakan meningkat di kisaran 20 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Peningkatan ini didukung oleh bertambahnya produksi melalui perluasan penggunaan proses 1c-nanometer serta peningkatan produksi HBM4 seiring pengoperasian pabrik M15X.

Sementara pengiriman NAND diprediksi tumbuh di kisaran satu digit. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pasokan enterprise solid-state drive (eSSD) yang menggunakan teknologi proses 321 lapis.

Pada kuartal III, pengiriman DRAM SK Hynix meningkat sekitar 10 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Sebaliknya, pengiriman NAND sedikit menurun karena perusahaan menyesuaikan penjualan dengan mengutamakan produk bernilai tambah lebih tinggi.

Kendati begitu, lonjakan harga memori berpotensi menekan permintaan produk akhir. SK Hynix memperkirakan pengiriman PC dan smartphone akan menurun, tetapi pertumbuhan permintaan infrastruktur AI dapat mengimbangi pelemahan tersebut sehingga tren kenaikan pasar memori secara keseluruhan tetap berlanjut.

Dengan mempertimbangkan kondisi pasokan aktual, SK Hynix memperkirakan permintaan memori yang dapat direalisasikan pada 2027 hanya tumbuh di kisaran 12 persen untuk DRAM dan 10 persen akhir untuk NAND.

Proyeksi SK Hynix memperkuat perdebatan mengenai siklus industri memori. Jika prediksi perusahaan mengenai kelangkaan pasokan selama bertahun-tahun terbukti benar, kenaikan harga DRAM konvensional dapat menjadi peluang untuk memperluas sumber pendapatan perusahaan yang selama ini bertumpu pada HBM ke produk memori lainnya.

Namun, prospek tersebut tetap menghadapi risiko. Jika perusahaan teknologi besar memperlambat investasi AI atau permintaan produk akhir melemah, kenaikan harga memori bisa berbalik lebih cepat dari perkiraan. Untuk mengantisipasi kedua kemungkinan tersebut, SK Hynix menjalankan strategi dengan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengalihkan portofolio produknya ke segmen bernilai tambah lebih tinggi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tolak Angin Gelar Operasi Katarak Gratis di RS Keluarga Sehat Rembang
• 10 jam lalu
0
thumb
Ini 5 Tuntutan Demo Hari Ini 28 Oktober di Jakarta, Dari HAM Hingga Karhutla
• 21 menit lalu
0
thumb
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Menlu Singapura di Hambalang
• 3 jam lalu
0
thumb
Jadwal Persib Bandung vs Melbourne Victory di ACL 2: Igor Tolic Bicara Soal Pemain
• 11 jam lalu
0
thumb
Kapolres Malang Silaturahmi dengan Warga Sukolilo, Serap Aspirasi-Bahas Kamtibmas
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.