Kesehatan Mental Berpengaruh ke Produktivitas Karyawan, Ini yang Perlu Diperhatikan di Lingkungan Kerja

grid.id
7 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Pekerjaan yang menumpuk dan tenggat waktu yang berdekatan bisa membuat hari-hari terasa melelahkan. Dalam situasi seperti ini, seseorang terkadang tetap berusaha menyelesaikan tugasnya meski kondisi diri sudah membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Padahal, kesehatan mental menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan kerja. Ketika tekanan terus berlangsung tanpa dukungan yang memadai, pekerja bisa mengalami kesulitan berkonsentrasi hingga menjalankan aktivitas sehari-hari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa lingkungan kerja yang buruk, seperti beban kerja berlebihan, jam kerja yang panjang, dan minimnya kendali atas pekerjaan, dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan mental.

Dampaknya pun tidak berhenti pada individu. WHO memperkirakan depresi dan kecemasan berkaitan dengan hilangnya sekitar 12 miliar hari kerja setiap tahun di seluruh dunia, akibat menurunnya produktivitas.

Karena itu, pembicaraan mengenai produktivitas karyawan tidak bisa hanya berfokus pada target dan hasil pekerjaan. Kondisi lingkungan kerja serta dukungan yang diterima pekerja juga perlu menjadi perhatian.

Presiden Direktur PT Dharmawangsa Raya, Marco Gandasubrata, menilai kesehatan mental merupakan aspek penting bagi pekerja di berbagai perusahaan. Ia berharap upaya menjaga kesehatan mental karyawan dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kesehatan mental memengaruhi semua orang, termasuk para pekerja di berbagai perusahaan. Kami berharap ke depannya dapat berkolaborasi dengan Kompas Gramedia untuk mendukung upaya menjaga kesehatan mental karyawan,” ujar Marco pada Rabu (28/10/2026).

Salah satu hal yang dapat diperhatikan adalah pembagian beban kerja. Target yang tidak realistis dan waktu istirahat yang terbatas bisa menambah tekanan, terlebih jika karyawan merasa kesulitan menyampaikan kendala yang mereka hadapi.

Hubungan dengan atasan dan rekan kerja juga tak kalah penting. Lingkungan yang dipenuhi perundungan, perlakuan tidak adil, atau komunikasi yang buruk dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman ketika menjalankan pekerjaannya.

Perusahaan dapat membantu dengan membangun komunikasi terbuka, menetapkan beban kerja yang wajar, serta menyediakan akses terhadap dukungan kesehatan mental. Atasan juga perlu menciptakan suasana kerja yang membuat karyawan merasa aman untuk menyampaikan kesulitan tanpa takut mendapat perlakuan negatif.

Di sisi lain, pekerja bisa mulai memperhatikan batas kemampuan dirinya. Mengambil waktu istirahat, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta bercerita kepada orang terpercaya ketika menghadapi tekanan dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesejahteraan diri.

 

Akan tetapi, menjaga kesehatan mental bukan semata-mata tanggung jawab karyawan. Ketika tekanan muncul akibat beban kerja atau kondisi lingkungan yang tidak sehat, perusahaan juga perlu mengevaluasi penyebabnya agar persoalan tersebut tidak terus berulang.

Pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental turut menjadi pesan yang diangkat melalui ikon Heart of Kompas Gramedia di lobi Menara Kompas, Jakarta Barat. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa di balik aktivitas dan tuntutan pekerjaan, ada individu yang juga membutuhkan ruang untuk beristirahat, dukungan, dan lingkungan yang lebih sehat.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sumpah Pemuda dan Masa Depan Ketahanan Energi
• 20 jam lalu
0
thumb
Kanwil DJP Ungkap Banyak Wajib Pajak Ajukan Pengurangan Sanksi Administrasi
• 9 jam lalu
0
thumb
Tangis Haru 5 Istri Jurnalis Korban Anak Krakatau Terima Penghargaan Anugerah Dewan Pers 2026
• 1 jam lalu
0
thumb
PSSI Pers Gelar Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, 16 Tim Siap Adu Kekuatan
• 9 jam lalu
0
thumb
Exit Poll Pemilu Israel Sengit, Blok Netanyahu 52 Kursi dan Eisenkot 49
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.