Exit Poll Pemilu Israel Sengit, Blok Netanyahu 52 Kursi dan Eisenkot 49

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemungutan suara dalam pemilihan umum Israel telah berakhir beberapa jam lalu. Hasil jejak penadapat (exit poll) awal pun mulai bermunculan. Lembaga penyiaran Channel 12 memperkirakan blok Benjamin Netanyahu meraih 52 kursi, sementara blok Gadi Eisenkot memperoleh 49 kursi.

Sementara itu, partai-partai yang tergabung dalam daftar Arab diproyeksikan meraih 19 kursi.

Baca Juga :
Pemilu Israel Memanas, Netanyahu Dituding Pakai AI untuk Gambarkan Antrean Pemilih Arab
Pemilu Israel Hari Ini, Oposisi Serukan Warga Akhiri Kekuasaan Netanyahu

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar, yang merupakan sekutu Netanyahu, mengatakan hasil pemilu tampaknya mulai menunjukkan terbentuknya mayoritas Yahudi yang jelas.

"Dan malam ini baru saja dimulai," tulis Sa’ar di media sosial X, seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (28/10/2026).

Di sisi lain, Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, lawan politik perdana Menteri Israel menyatakan Netanyahu telah kalah dalam pemilu. Ia juga mengatakan partai-partai oposisi tengah berkoordinasi untuk membentuk pemerintahan baru.

"Netanyahu kalah. Pemerintahan yang bertanggung jawab atas peristiwa 7 Oktober akan pulang," kata Bennett kepada para pendukungnya.

Ia mengatakan aliansi mereka yang bersedia mengabdi” telah mengalahkan pihak-pihak yang berusaha menghindari wajib militer. Bennett merujuk pada hasil jajak pendapat awal yang memperkirakan jumlah kursi blok Netanyahu akan turun dari 64 kursi pada parlemen sebelumnya menjadi 50 kursi.

Namun, jajak pendapat terbaru Channel 12 menunjukkan blok Netanyahu memperoleh 50 kursi, sedangkan blok Eisenkot meraih 49 kursi.

"Situasinya masih bisa berubah," kata Bennett.

Ia menambahkan, para pemimpin dalam blok perubahan oposisi tengah mengadakan pembicaraan dan berkoordinasi untuk membentuk pemerintahan Zionis yang akan melayani seluruh warga Israel.

Bennett juga menyampaikan terima kasih kepada mitra politiknya, mantan Perdana Menteri Yair Lapid. Ia menyebut Lapid sebagai “seorang patriot Israel dan sahabat sejati”.

"Negara kita perlu kita benahi dan perbaiki," ujar Bennett. 

Ia berjanji akan mulai bekerja pada keesokan paginya.

Baca Juga :
Macron Kritik Pedas Trump dan Netanyahu soal Kerusuhan Prancis yang Dikaitkan dengan Imigran Islam
Film NAZA Ungkap Dugaan Pembunuhan Warga Gaza oleh Militer Israel, Netanyahu Ancam Sutradara
Pembunuhan Ali Khamenei Dinilai Jadi Kesalahan Strategis Israel, Netanyahu Disalahkan

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Anak Saling Bantu saat Teman Kesulitan, Psikolog Jelaskan Manfaatnya
• 13 jam lalu
0
thumb
DPR Buka Peluang Revisi UU Tipikor Usai Muncul Usulan Luhut
• 4 jam lalu
0
thumb
Dukung Program Presiden, Mendagri Minta Pemda Percepat Pembentukan Satgas MBG
• 6 jam lalu
0
thumb
Perketat Pengawasan, Menperin Warning Gula Rafinasi Bocor ke Konsumen
• 17 jam lalu
0
thumb
Pesan Mensesneg untuk Generasi Muda di Hari Sumpah Pemuda
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.