Beras SPHP Diduga Dijual sebagai Premium Rp17.000 per Kg, Mentan Amran Minta Penindakan Tegas

liputan6.com
8 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Dugaan penyalahgunaan beras bersubsidi dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mendapat kecaman keras dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Beras yang seharusnya membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau itu diduga dioplos untuk dijual sebagai beras premium demi memperoleh keuntungan.

Amran menyampaikan kecamannya ketika meninjau Toko/Rumah Beras Kayumanis di Jalan Kayumanis X No. 46A, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (28/10). Ia menyebut dugaan praktik tersebut sebagai tindakan biadab karena merugikan masyarakat yang seharusnya menikmati manfaat beras bersubsidi.

Advertisement

BACA JUGA: Penyaluran Bantuan Beras 30 Kg Dipercepat untuk 33,2 Juta Keluarga

“Ini adalah biadab, tidak ada lagi kemanusiaannya. Ini adalah jatah beras untuk orang miskin, kemudian ini barang disubsidi, ini dioplos, dirampok ini. Ini biadab ini,” tegas Mentan Amran kepada wartawan di lokasi.

Menurut Amran, pemerintah menggunakan beras SPHP sebagai instrumen untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga, terutama agar beras tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu, dugaan pengalihan beras bersubsidi menjadi produk yang dipasarkan sebagai beras premium dinilainya mencederai kepentingan rakyat.

 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau lokasi Toko/Rumah Beras Kayumanis di Jalan Kayumanis X No. 46A, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (28/10). Foto: Kementan

Ia mengatakan, praktik tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara sekaligus mengkhianati perjuangan petani dan pemerintah dalam mempertahankan ketahanan pangan nasional. Terlebih, upaya meningkatkan produksi dan menjamin ketersediaan beras terus dilakukan di tengah krisis pangan, energi, serta air yang dihadapi dunia.

“Kita ini berjibaku tidak tidur siang malam, dimaki, dicaci maki, kita sampai teman-teman sakit untuk swasembada beras, mempertahankan pangan pada saat kondisi dunia krisis pangan, energi, dan air. Indonesia alhamdulillah bisa bertahan, tetapi ada orang yang masih tidak punya adab, tidak punya perasaan, beras negara dioplos,” ujarnya.

Amran kembali mengingatkan bahwa beras bersubsidi ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk kelompok ekonomi terbawah. Menurutnya, penyalahgunaan beras tersebut berarti mengambil hak masyarakat untuk memperoleh pangan dengan harga terjangkau.

“Beras ini untuk saudara-saudara kita yang berada di bawah kemiskinan, desil 1, 2, 3, 4, bahkan 5. Ini sangat dibutuhkan, tetapi mereka masih bisa melakukan perampokan yang dilakukan ini,” katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Investasi BEI Melonjak 161,82% pada 2027, Tembus Rp670 Miliar
• 10 jam lalu
0
thumb
Menlu Singapura Minta Bertemu Prabowo, Diterima Sore Ini
• 13 jam lalu
0
thumb
Kalahkan Puluhan Pesaing, Kayla, Kesya, dan Talitha Naik Podium Juara MEA 2026
• 9 jam lalu
0
thumb
Penanganan Karhutla: BNPB Siagakan 61 Armada Udara untuk OMC dan Water Bombing
• 56 menit lalu
0
thumb
Ruben Onsu Ajukan Bukti Baru dalam Sidang Hak Asuh Anak, Lengkapi Rekaman Video dengan Transkrip
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.