Penanganan Karhutla: BNPB Siagakan 61 Armada Udara untuk OMC dan Water Bombing

okezone.com
56 menit lalu
Cover Berita

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan 61 unit armada udara untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Langkah ini diperkuat dengan penyemaian belasan ton bahan semai guna memicu hujan buatan di sejumlah daerah rawan karhutla.

“Untuk Satgas Udara, kami tetap menyiagakan dan mengoperasikan 61 unit armada udara, dengan rincian 24 unit untuk patroli maupun OMC, dan 37 unit untuk water bombing atau penyebaran air melalui helikopter,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers, Rabu (28/10/2026).

Berton menyampaikan, pesawat OMC yang sebelumnya dikerahkan ke Jawa Barat kini telah kembali disiagakan di Jambi. Pesawat tersebut akan tetap berada di wilayah itu agar dapat dimanfaatkan untuk OMC maupun water bombing sesuai kebutuhan dan kondisi atmosfer.

Baca Juga :
BNPB: Luas Karhutla di 4 Provinsi Kalimantan dan Sumatera Tersisa 359 Hektar

BNPB juga melaporkan pelaksanaan OMC di tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan. Secara keseluruhan, operasi tersebut telah dilaksanakan sebanyak 18 sorti dengan menyemai 22.400 kilogram (kg) natrium klorida (NaCl) dan dry ice (es kering).

Di Kalimantan Tengah, BNPB telah melaksanakan delapan sorti dengan penyemaian 11.200 kg NaCl dan 500 kg dry ice. Dukungan pesawat Hercules nomor registrasi A1328 turut dikerahkan untuk memperkuat operasi di Kalimantan Tengah dan sebagian wilayah Kalimantan Selatan.

“Hercules A1328 diperuntukkan mengangkut bahan semai dengan sasaran target di Kalimantan Tengah dan sebagian Kalimantan Selatan. Tentu kami mengucapkan terima kasih atas dukungan armada ini,” kata Berton.

Baca Juga :
KPK Periksa Direktur BNPB Terkait Kasus Korupsi Dana Siap Pakai

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hadapi Era AI, Media Dituntut Jaga Akurasi dan Kepercayaan Publik
• 6 jam lalu
0
thumb
Mengapa Orang Ber-IQ Tinggi Seperti Dwi Martono Bisa Bertindak Keji?
• 16 jam lalu
0
thumb
Setelah Bertemu Luhut, Prof Yusril Bicara Penyempurnaan Definisi Korupsi
• 19 jam lalu
0
thumb
Pemilu Israel: Netanyahu Tertekan, tetapi Belum Tersingkir dari Kekuasaan
• 7 jam lalu
0
thumb
Beredar Poster Rapat Pemakzulan Gibran, Yusril: Bukan dari Kemenko, Alamat Saja Salah
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.