Pemerintah Inggris dan Jepang telah memperingatkan warganya untuk menimbun stok atau persediaan makanan sejak sepekan terakhir. Apa yang sebenarnya terjadi?
Dikutip dari Guardian, Pemerintah Inggris pekan lalu mengeluarkan imbauan bagi warganya untuk menyimpan sembilan liter air minum kemasan dan persediaan makanan untuk tiga hari. Imbauan yang disebut sebagai kampanye ‘Be Ready’ ini bertujuan mendorong masyarakat untuk menyimpan persediaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 72 jam.
Kampanye ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran pemerintah mengenai dampak krisis iklim, ketergantungan pada teknologi, dan ancaman dari negara-negara yang bermusuhan.
Menteri Keamanan Inggris Dan Jarvis mengatakan, warga yang memiliki kemampuan maka harus mengikuti imbauan tersebut.
“Imbauan tersebut merupakan langkah-langkah sederhana untuk bersiap menghadapi keadaan darurat sehari-hari, sebagai upaya yang lebih luas dan berorientasi pada masyarakat untuk meningkatkan ketahanan kita sebagai sebuah bangsa,” kata Jarvis dikutip dari Guardian, Rabu (28/10).
Sementara itu, Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting mengatakan bahwa mereka perlu bersiap menghadapi ancaman terorisme yang disponsori negara lain seperti Rusia atau kekuatan musuh lainnya yang menargetkan infrastruktur sehari-hari.
“Jadi, dalam menghadapi ancaman-ancaman tersebut, kita harus meningkatkan upaya dan menanggapi dengan serius ketahanan nasional kita serta pertahanan nasional,” kata Streeting.
Tak hanya makanan, warga Inggris juga disarankan untuk menyimpan persediaan selimut dan uang tunai di rumah, termasuk kotak pertolongan pertama, senter dengan baterai, serta radio FM yang dapat dioperasikan dengan engkol tangan.
Masyarakat Inggris juga harus menyimpan air sebanyak tiga liter per orang setiap harinya untuk kebutuhan minum. Mereka juga harus menyiapkan persediaan air yang diperlukan untuk memasak dan mencuci.
Pemerintah sebelumnya juga sudah meminta warga Inggris untuk menyimpan persediaan makanan pada Agustus. Namun melalui kampanye ‘Be Ready’ pemerintah memberikan panduan yang lebih spesifik.
Para menteri menjadwalkan peluncuran kampanye tersebut sebelum musim badai musim dingin berlangsung. Kekhawatiran juga muncul mengenai potensi dampak El Niño super yang dapat menyebabkan 2027 menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat. Kondisi ini dapat memengaruhi pasokan pangan global dan sistem energi.
Tak hanya Inggris, imbauan rencana serupa juga akan dikeluarkan Jepang. Pemerintah setempat berencana meminta seluruh warga untuk menyimpan persediaan makanan dan air yang cukup, setidaknya untuk tiga hari. Hal ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi bencana, seperti gempa bumi besar dan letusan gunung berapi.
Tujuannya adalah mendorong rumah tangga mempersiapkan langkah-langkah penanganan mandiri, mengingat upaya penyelamatan dan bantuan pemerintah berpotensi tertunda segera setelah bencana terjadi.
Menteri Penanggulangan Bencana Jepang Goshi Hosono berencana menyampaikan imbauan mendesak tersebut kepada masyarakat pada tanggal 2 November. Waktu tersebut bertepatan dengan peluncuran badan penanggulangan bencana yang baru. mbauan tersebut juga akan disampaikan kepada kementerian-kementerian pemerintah pusat dan seluruh prefektur.
“Saya ingin menyarankan agar masyarakat menyiapkan persediaan untuk setidaknya tiga hari, dan untuk satu minggu jika memungkinkan. Mohon siapkan persediaan makanan, kebutuhan toilet, dan air yang cukup di rumah agar Anda tetap dapat memenuhi kebutuhan meskipun tanpa dukungan publik dari pemerintah,” kata Hosono dikutip dari Seoul Economic Daily, Rabu (28/10).
Jepang saat ini mengantisipasi terjadinya gempa bumi dahsyat di sepanjang Palung Nankai, gempa bumi yang berpusat tepat di bawah ibu kota, gempa bumi besar di sekitar Palung Kuril dan Palung Jepang, serta letusan Gunung Fuji.
Jika bencana berskala sebesar itu terjadi, infrastruktur utama seperti jalan dan jaringan komunikasi dapat rusak sehingga bantuan dari luar tidak dapat tiba tepat waktu. Oleh karena itu, warga perlu menyimpan persediaan darurat agar dapat memenuhi kebutuhan sendiri hingga petugas penyelamat tiba.
Hosono juga menyebut perbaikan kondisi kehidupan di tempat penampungan pengungsi juga diutamakan. Rencana tersebut mencakup perluasan fasilitas dasar, seperti toilet, makanan hangat, dan tempat tidur, serta fasilitas mandi, untuk meringankan kesulitan yang dihadapi para korban bencana.





Komentar (0)