Anggota Komisi IX Soroti Temuan Mainan Squishy Berjarum: Membahayakan Anak

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menyoroti temuan mainan squishy yang dilengkapi jarum suntik tajam di sebuah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi perhatian. Mainan tersebut ditemukan setelah seorang guru mendapati sejumlah siswa bermain menggunakan suntikan untuk menyemprotkan air ke temannya.

Netty meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap peredaran mainan squishy. Menurutnya, mainan dengan komponen menyerupai jarum medis perlu mendapat perhatian serius, terutama jika mudah diperoleh anak-anak di lingkungan sekolah.

“Mainan seharusnya menjadi sarana bermain yang aman bagi anak, bukan justru menghadirkan risiko luka atau membahayakan kesehatannya. Karena itu, produk dengan komponen tajam perlu diperiksa secara serius sebelum dinyatakan aman untuk digunakan,” ujar Netty dalam keterangannya, Rabu (28/10).

Netty mendorong Kementerian Perdagangan bersama instansi terkait menelusuri asal produk, jalur distribusi, serta standar keselamatan yang dipenuhi.

Ia meminta pemeriksaan dilakukan secara objektif untuk memastikan jenis dan kondisi jarum yang digunakan. Menurutnya, dugaan bahwa jarum tersebut berasal dari limbah medis bekas tidak boleh dianggap sebagai fakta sebelum ada hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita perlu memastikan persoalan ini berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan hanya dugaan yang beredar di media sosial. Namun, sembari menunggu hasilnya, langkah pencegahan tetap penting agar anak-anak tidak terpapar risiko yang sebenarnya bisa dihindari,” tegasnya.

Orang Tua dan Sekolah Diminta Ikut Awasi

Selain pengawasan produk, Netty menilai koordinasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua perlu diperkuat. Sekolah dapat meningkatkan pengawasan terhadap mainan yang dibawa siswa, sedangkan orang tua perlu memeriksa keamanan produk sebelum membiarkan anak menggunakannya.

“Jika ada anak yang tertusuk jarum dari mainan semacam ini, orang tua sebaiknya segera membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penilaian dan penanganan yang tepat. Jangan menunggu sampai muncul gejala,” tambahnya.

Politikus PKS ini berharap pemerintah menindaklanjuti laporan yang beredar melalui pemeriksaan produk, penelusuran distribusi, dan penyampaian hasil secara transparan.

“Langkah tersebut penting agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai tingkat risiko sekaligus mencegah peredaran produk yang tidak memenuhi standar keselamatan,” katanya.

Ia menegaskan perlindungan anak membutuhkan keterlibatan pemerintah, sekolah, dan orang tua. Pemerintah perlu memastikan produk yang beredar memenuhi ketentuan keselamatan, sedangkan sekolah dan orang tua berperan mengawasi penggunaannya.

“Perlindungan anak membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah perlu memastikan produk yang beredar memenuhi ketentuan keselamatan, sedangkan orang tua dan sekolah berperan mengawasi penggunaannya. Jangan sampai sesuatu yang dianggap sekadar mainan justru mengancam kesehatan anak,” tutup Netty.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
UEA Siap Pasok 30 Juta Barel Minyak, Bahlil: Masih Penjajakan
• 1 jam lalu
0
thumb
14 Ribu Petugas Gabungan Amankan Demo 28 Oktober di DPR dan Bundaran HI
• 16 jam lalu
0
thumb
Malaysia-Singapura Kritik Soal Asap Karhutla, Dasco: Tak Perlu Dibalas Ketersinggungan
• 36 menit lalu
0
thumb
61 Unit Armada Udara untuk OMC dan Water Bombing Disiagakan Padamkan Karhutla
• 3 jam lalu
0
thumb
Laba Astra International (ASII) Rp21,6 Triliun di Kuartal III-2026
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.