Laba Astra International (ASII) Rp21,6 Triliun di Kuartal III-2026

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menara Astra. (Dok. Astra)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp21,60 triliun hingga akhir kuartal III/2026.

Dilansir dari laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (28/10/2026), capaian laba tersebut menurun 11,73% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp24,47 triliun.

Pada periode yang sama, ASII mencatat pendapatan bersih senilai Rp243,9 triliun, naik tipis 0,10% YoY dari Rp243,6 triliun. Namun, kenaikan itu dibarengi dengan peningkatan beban pokok pendapatan sebesar 0,26% YoY dari Rp191,36 triliun menjadi Rp191,86 triliun.


Baca: Japfa (JPFA) Tebar Dividen Interim Rp1,05 Triliun, Simak Jadwalnya!

Dengan kenaikan beban pokok pendapatan itu, laba bruto Astra pun menipis 0,46% YoY dari Rp52,28 triliun menjadi Rp52 triliun. Sejumlah pos beban juga mengalami kenaikan, di antaranya beban penjualan sebesar 22,48% YoY dari Rp8,50 triliun menjadi Rp10,41 triliun.

Beban umum dan administrasi ikut naik 10,32% menjadi Rp16,94 triliun dari Rp15,36 triliun. Di sisi lain, penghasilan bunga turun 7,89% menjadi Rp2,55 triliun dari Rp2,77 triliun. Biaya keuangan nyaris tidak berubah, naik tipis 0,96% menjadi Rp2,84 triliun dari Rp2,82 triliun.

ASII juga mencatatkan kerugian selisih kurs bersih yang menyusut 61,54% menjadi Rp50 miliar dari Rp130 miliar, sehingga pos ini lebih ringan dibandingkan tahun lalu. Pos lain-lain turut menjadi penekan laba karena pada kuartal III tahun lalu, Astra masih membukukan penghasilan lain-lain bersih senilai Rp1,84 triliun. Namun, berbalik menjadi beban lain-lain bersih senilai Rp2,43 triliun.

Baca: RUPSLB BEI Sepakat Demutualisasi, Anggaran Dasar Dirombak

Kemudian, bagian atas hasil bersih ventura bersama dan entitas asosiasi naik 20,06% menjadi Rp8,13 triliun dari Rp6,77 triliun.

Dari situ, laba sebelum pajak penghasilan Astra tercatat senilai Rp30,01 triliun, turun 18,49% dari Rp36,82 triliun. Beban pajak penghasilan ikut turun 11,48% dari Rp6,71 triliun menjadi Rp5,94 triliun sejalan dengan berkurangnya laba kena pajak. Setelah pajak, laba periode berjalan berakhir di Rp24,07 triliun.

Per 30 September 2026, aset Astra tercatat senilai Rp525,72 triliun. Nilai ini lebih tinggi 3,62% ketimbang aset per 31 Desember 2025.


(asr/asr)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Sebab IHSG Anjlok Lebih Dari 1% & Rupiah Dekati 18.200/USD

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sampel Makanan Diduga Pemicu 481 Siswa Keracunan MBG di Bogor Diuji di Lab
• 18 jam lalu
0
thumb
Lalin Jakarta Masih Normal, Polda Metro Siapkan Rekayasa Situasional
• 12 jam lalu
0
thumb
Drama delapan gol, Lazio hajar Sassuolo 6-2
• 20 jam lalu
0
thumb
Populer Ekonomi: Penerima Bansos PKH hingga Waspada Link Palsu BSU 2026
• 16 jam lalu
0
thumb
Tawuran Salah Sasaran di Makassar: Anggota TNI Dipanah, Tujuh Remaja Pelakunya Terancam 9 Tahun Penjara
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.