UEA Siap Pasok 30 Juta Barel Minyak, Bahlil: Masih Penjajakan

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan rencana Uni Emirat Arab (UEA) yang bersedia mengirim 30 juta barel minyak ke Indonesia masih berada pada tahap penjajakan. Ia menyebutkan pemerintah belum mencapai kesepakatan final untuk merealisasikan rencana pasokan minyak tersebut.

“Ini masih potensi, belum saya lakukan. Semuanya masih penjajakan,” kata Bahlil di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, sebelumnya mengatakan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) bersedia memasok 30 juta barel minyak mentah ke Indonesia. Rencana tersebut juga mencakup pembebasan biaya kapal pengangkut minyak.

Djoko mengatakan dirinya telah mendampingi pertemuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri.

“Duta Besar Abu Dhabi menyampaikan bahwa pemerintah UEA akan mengirim minyak ke Indonesia sampai dengan 30 juta barel, Indonesia tidak mengeluarkan biaya sama sekali, termasuk biaya armada kapal,” kata Djoko saat memberikan sambutan acara Inpex FEED Completion Ceremony di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place pada Selasa (27/10).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengimpor minyak bumi dan hasil-hasilnya dari UEA. Impor komoditas tersebut dari UEA mencapai sekitar 1,80 juta ton dengan nilai sekitar US$ 1,18 miliar pada 2024.

Berdasarkan data BPS untuk periode 2017–2024, volume impor terbesar dari UEA dalam rentang tersebut terjadi pada 2017, yakni sekitar 3,28 juta ton. Sementara itu, nilai impor tertinggi tercatat pada 2022, mencapai sekitar US$ 1,90 miliar, dengan volume 2,54 juta ton.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyarankan India dan Cina sebagai negara alternatif pemasok bahan bakar minyak (BBM). Wacana ini disampaikan saat Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan BBM bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) dari Singapura. 

Inisiatif itu merupakan salah satu upaya untuk mengunci kepastian pasokan energi domestik melalui penjajakan kerja sama dengan sejumlah negara, terutama untuk bensin dengan angka oktan atau Research Octane Number (RON) 90 yang selama ini masih diimpor dari negara tetangga, seperti Singapura.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah pastikan dana rehab-rekon bencana Sumatera 2027 tersedia
• 20 jam lalu
0
thumb
10 Tersangka Laboratorium Sabu Blue Ice 1,2 Ton di Aceh Dibawa Bareskrim
• 18 jam lalu
0
thumb
Ikan Tilapia Mulai Dilirik Industri Kuliner Premium
• 6 jam lalu
0
thumb
BREAKING NEWS: Darmawangsyah Muin Dilantik Jadi Bupati Gowa Definitif Sore Ini
• 16 jam lalu
0
thumb
Pemkot Jakarta Pusat Nilai Kampung Siaga TBC di Delapan Kecamatan, Tiga RW Terbaik Lanjut Verifikasi Lapangan
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.