S&P 500 dan Nasdaq Naik, Laporan Laba Sektor Teknologi dan Keputusan The Fed Dinanti

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

New York: Bursa saham AS ditutup lebih tinggi pada Selasa, 27 Oktober 2026, didorong oleh lonjakan minat pada sektor kecerdasan buatan (AI) untuk sesi kedua berturut-turut, menyusul antusiasme terkait pengajuan penawaran umum perdana (IPO) Anthropic yang telah lama dinantikan.

Para investor juga bersiap menyambut laporan kuartalan penting minggu ini dari sejumlah perusahaan yang tergabung dalam kelompok "Magnificent Seven", yang diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai industri AI.

Selain itu, minggu ini juga akan diwarnai oleh keputusan suku bunga terbaru dari Federal Reserve (The Fed). Bank sentral AS tersebut diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level saat ini, dengan perhatian tertuju pada Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan.

Dikutip dari Investing, Rabu, 28 Oktober 2026, indeks acuan S&P 500 naik 0,6 persen dan ditutup pada level 7.722,52 poin. Sementara indeks unggulan Dow Jones Industrial Average berakhir relatif stabil di angka 52.378,40 poin. Indeks Nasdaq Composite, yang didominasi oleh saham-saham teknologi, menguat 1,2 persen dan ditutup pada level 26.477,81 poin. Pendanaan AI menjadi sorotan Sektor yang terkait dengan AI belakangan ini mengalami tekanan; kinerjanya merosot pekan lalu dan turut menyeret Wall Street ke zona merah. Penurunan ini dipicu oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari kekhawatiran akan persaingan dari Tiongkok hingga melonjaknya biaya pinjaman.

Namun, salah satu faktor pendorong utama adalah kekhawatiran mengenai besarnya jumlah utang yang diterbitkan oleh berbagai perusahaan untuk mendanai pembangunan infrastruktur AI mereka.

Meta Platforms, yang kini dikenal sebagai salah satu hyperscaler kecerdasan buatan (AI) terbesar, pekan lalu mencatatkan arus kas bebas kuartalan yang negatif. Menurut laporan, ini merupakan kali pertama terjadi sejak raksasa media sosial tersebut melantai di bursa pada 2012.

Arus keluar kas ini disebabkan oleh belanja modal sebesar hampir USD35 miliar pada kuartal tersebut, yang sebagian besar dialokasikan untuk pusat data dan infrastruktur terkait AI.

Selain itu, dokumen regulasi menunjukkan bahwa Meta telah berkomitmen untuk mengeluarkan dana sebesar USD824,9 miliar di masa mendatang untuk biaya sewa dan kewajiban kontraktual yang tidak dapat dibatalkan. Kewajiban tersebut sebagian besar berkaitan dengan penyediaan daya komputasi awan (cloud computing) dari pihak ketiga serta perjanjian energi untuk pusat data.

Meta juga mengumumkan rencana pembentukan saham biasa kelas C baru yang dapat digunakan untuk mendanai ambisi AI perusahaan.

Pada hari Selasa, perusahaan induk Facebook dan Instagram ini melakukan salah satu langkah penggalangan dana ekuitas terbesar dalam sejarah korporasi dengan menetapkan harga penawaran saham biasa dan saham preferen senilai USD37,5 miliar.

Selain itu, mereka juga menyiapkan program terpisah yang berpotensi menghimpun tambahan dana sebesar USD60 miliar dari pasar mulai 2027.

Kini, perhatian tertuju pada perusahaan lain yang juga berstatus sebagai hyperscaler, yakni Alphabet dan Microsoft yang akan melaporkan kinerja mereka pada hari Rabu, disusul oleh Amazon pada hari Kamis.

Baca Juga :

Survei: 50,5% UMKM Optimistis Hadapi 2027, Adopsi AI Meningkat

(Ilustrasi. Foto: Freepik) Pendapatan Anthropic melonjak diiringi berbagai faktor risiko Sektor AI juga mencatat perkembangan penting pada hari Senin, setelah Anthropic mengajukan dokumen untuk penawaran umum perdana (IPO). Dokumen regulasi tersebut menyoroti rencana ambisius perusahaan rintisan ini di bidang AI, serta pertumbuhan pendapatan yang meroket pada semester pertama.

Namun, dokumen tersebut juga menggarisbawahi tingginya biaya yang diperlukan untuk mengembangkan dan meningkatkan skala model AI canggih. Kerugian bersih perusahaan dalam enam bulan pertama tahun 2026 membengkak menjadi sekitar USD80,7 miliar.

Anthropic, yang berencana melantai di bursa dengan kode saham ANT, dilaporkan memiliki valuasi sekitar USD1,5 triliun, angka yang lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar USD2 triliun.

Selain itu, dokumen tersebut memuat lebih dari 90 halaman yang merinci berbagai faktor risiko, mulai dari peringatan mengenai kemungkinan kegagalan untuk terus mengembangkan model AS yang paling canggih dan mumpuni hingga ketidakmampuan untuk mendapatkan sumber daya komputasi yang memadai. Pergerakan saham berdasarkan laporan laba Beralih ke pergerakan saham di AS pada hari Selasa berdasarkan laporan laba, saham Boeing anjlok hampir 11 persen, yang turut menekan indeks unggulan Dow. Perusahaan pembuat pesawat tersebut mencatatkan kerugian kuartalan yang lebih besar dari perkiraan, sebagian disebabkan oleh stagnasi pengiriman, meskipun arus kas bebas (free cash flow) melampaui estimasi.

Coca-Cola mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang kuat berkat waktu penjualan konsentrat yang menguntungkan, meskipun penjualan di Amerika Utara cenderung lesu. Saham perusahaan minuman ringan terbesar di dunia ini ditutup turun lebih dari 1,5 persen.

Saham UPS naik hampir enam persen, didorong oleh laba kuartal ketiga yang lebih baik dari perkiraan serta peningkatan penjualan. Kinerja raksasa pengiriman paket ini sering dianggap sebagai indikator bagi kondisi ekonomi global. UPS menaikkan proyeksi laba dan pendapatan yang disesuaikan untuk setahun penuh.

Royal Caribbean juga mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan saham sebesar 5,5 persen. Operator kapal pesiar ini meningkatkan proyeksi laba yang disesuaikan untuk setahun penuh dan melaporkan pertumbuhan pendapatan kuartalan sebesar Sembilan persen. The Fed menjadi sorotan utama Selain laporan laba, The Fed akan memulai pertemuan komite kebijakan moneter selama dua hari pada Selasa. Federal Open Market Committee (FOMC) diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga, setelah sempat menaikkan suku bunga pada bulan September, kenaikan pertama sejak 2023.

Kemungkinan tidak adanya perubahan kebijakan dari FOMC semakin kuat, meskipun data inflasi konsumen dan produsen AS awal bulan ini menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan. Selain itu, pejabat The Fed baru-baru ini juga tidak memberikan arahan apa pun terkait keputusan yang akan diambil.

Para pelaku pasar juga akan menerima dua indikator ekonomi penting sehari setelah keputusan The Fed: data produk domestik bruto (PDB) AS untuk kuartal ketiga serta indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk September, tolok ukur inflasi yang menjadi acuan utama The Fed.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemdiktisaintek Ingatkan Kolaborasi dan Inovasi dalam Pelantikan Rektor UPN Veteran Jatim
• 6 jam lalu
0
thumb
IFRC 2026 Digelar, Perkuat Budaya Keselamatan di Tanah Papua
• 20 jam lalu
0
thumb
Jatim Perkuat Pemberdayaan Ekonomi untuk Memutus Rantai Kemiskinan Antargenerasi
• 12 jam lalu
0
thumb
Apa Itu Sociopreneurship? Ini Contoh Bisnis Anak Muda yang Bantu Warga Desa
• 3 jam lalu
0
thumb
Hujan Guyur Bundaran HI, Massa Aksi Membubarkan Diri
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.