Kutai Kartanegara (ANTARA) - Kelompok Tani Hutan (KTH) Gemilang Sejahtera Abadi mengajak petambak di Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, untuk kembali menanam mangrove sebagai upaya memulihkan produktivitas tambak yang terus menurun dibandingkan saat kawasan pesisir masih didominasi hutan mangrove pada era 1990-an.
Ketua KTH Gemilang Sejahtera Abadi Asharudin mengaku merasakan langsung perubahan hasil tambak dalam beberapa dekade terakhir. Menurut dia, produktivitas tambak terus menurun sehingga mendorong kelompoknya untuk mengajak petambak mencoba kembali menanam mangrove.
"Tolong kita uji coba tanam lagi supaya kembali ke hutan asal. Di tahun 1990-an itu hasilnya pun lumayan. Kenapa di tahun 2020 ke atas itu sudah menurun?" kata Asharudin dalam Temu Media bersama Masyarakat Pesisir Desa Sepatin di Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat.
Dia mengatakan ajakan tersebut berangkat dari pengalamannya sebagai petambak yang melihat perubahan kondisi tambak setelah kawasan mangrove berkurang.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Ketua KTH Mangrove Borneo Andi Firmansyah. Ia mengaku mulai merasakan perbaikan kondisi tambaknya setelah mangrove jenis Rhizophora kembali ditanam di sekitar tambak.
"Setelah ditanami bakau mangrove jenis Rhizophora ini, Alhamdulillah, sekarang sudah mulai kembali, dan itu saya rasakan langsung sendiri di tambak saya sendiri," ujar Firman.
Baca juga: Pola "silvofishery" tingkatkan minat petambak rehabilitasi mangrove
Berdasarkan dokumen pelaksanaan program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), KTH Gemilang Sejahtera Abadi merehabilitasi mangrove seluas 121 hektare pada 2025 dengan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman mencapai 79 persen. Pada 2026, kelompok tersebut kembali melaksanakan rehabilitasi di area seluas 106 hektare yang masih berlangsung.
Selain melakukan rehabilitasi mangrove, KTH Gemilang Sejahtera Abadi juga menjalankan kegiatan persemaian bibit, pemeliharaan dan pemantauan tanaman, serta melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir.
Program M4CR merupakan program rehabilitasi mangrove yang didukung oleh Bank Dunia dan dilaksanakan di empat provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatera Utara.
Di Kalimantan Timur, program tersebut melibatkan kelompok masyarakat dalam rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir.
Baca juga: Petambak Sepatin akui rehabilitasi mangrove pulihkan hasil tambak
Baca juga: BPDAS Mahakam Berau: Rehabilitasi mangrove perlu dilakukan terpadu
Ketua KTH Gemilang Sejahtera Abadi Asharudin mengaku merasakan langsung perubahan hasil tambak dalam beberapa dekade terakhir. Menurut dia, produktivitas tambak terus menurun sehingga mendorong kelompoknya untuk mengajak petambak mencoba kembali menanam mangrove.
"Tolong kita uji coba tanam lagi supaya kembali ke hutan asal. Di tahun 1990-an itu hasilnya pun lumayan. Kenapa di tahun 2020 ke atas itu sudah menurun?" kata Asharudin dalam Temu Media bersama Masyarakat Pesisir Desa Sepatin di Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat.
Dia mengatakan ajakan tersebut berangkat dari pengalamannya sebagai petambak yang melihat perubahan kondisi tambak setelah kawasan mangrove berkurang.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Ketua KTH Mangrove Borneo Andi Firmansyah. Ia mengaku mulai merasakan perbaikan kondisi tambaknya setelah mangrove jenis Rhizophora kembali ditanam di sekitar tambak.
"Setelah ditanami bakau mangrove jenis Rhizophora ini, Alhamdulillah, sekarang sudah mulai kembali, dan itu saya rasakan langsung sendiri di tambak saya sendiri," ujar Firman.
Baca juga: Pola "silvofishery" tingkatkan minat petambak rehabilitasi mangrove
Berdasarkan dokumen pelaksanaan program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), KTH Gemilang Sejahtera Abadi merehabilitasi mangrove seluas 121 hektare pada 2025 dengan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman mencapai 79 persen. Pada 2026, kelompok tersebut kembali melaksanakan rehabilitasi di area seluas 106 hektare yang masih berlangsung.
Selain melakukan rehabilitasi mangrove, KTH Gemilang Sejahtera Abadi juga menjalankan kegiatan persemaian bibit, pemeliharaan dan pemantauan tanaman, serta melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir.
Program M4CR merupakan program rehabilitasi mangrove yang didukung oleh Bank Dunia dan dilaksanakan di empat provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatera Utara.
Di Kalimantan Timur, program tersebut melibatkan kelompok masyarakat dalam rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir.
Baca juga: Petambak Sepatin akui rehabilitasi mangrove pulihkan hasil tambak
Baca juga: BPDAS Mahakam Berau: Rehabilitasi mangrove perlu dilakukan terpadu






Komentar (0)