Perempuan di Yogya Cerita Ayahnya Dikeroyok 15 Orang: Giginya Lepas 2

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Seorang perempuan di Yogyakarta bernama Thalia Anggraeni curhat di media sosial ayah dan teman ayahnya jadi korban pengeroyokan oleh sekitar 15 orang di dekat XT Square Yogyakarta pada Rabu (29/7) sekitar pukul 21.00 WIB.

Thalia mengatakan pada malam itu ayahnya yang berinisial DB sedang menghadiri reuni bersama om dan tantenya, serta beberapa teman sang ayah.

Tak lama, datang sekelompok orang yang selama ini dikenal baik oleh ayah Thalia. Menurutnya, salah satu anggota kelompok memanggil ayah Thalia ke area parkiran. Di lokasi itu pengeroyokan terjadi.

"Ketika situasi mulai dipisahkan, om (teman ayah Thalia) saya baru tiba di lokasi," kata Thalia dikonfirmasi kumparan, Jumat (31/7).

Setelah itu teman ayah Thalia yang berinisial KS turut jadi sasaran pengeroyokan. Para korban dipukul dan diinjak-injak.

"Bahkan ditusuk menggunakan kunci hingga tubuhnya penuh pasir akibat terjatuh dan diseret di lokasi," katanya.

Setelah pengeroyokan ini, para pelaku kemudian meninggalkan lokasi kejadian.

Thalia mengatakan meski ayahnya kenal dengan para terduga pelaku. Namun, pemicu pengeroyokan ini belum diketahui.

"Saya nggak mau hal serupa terjadi lagi," katanya.

Mengalami Sejumlah Luka

Thalia mengatakan akibat pengeroyokan ini ayahnya mengalami sejumlah luka termasuk dua giginya lepas.

"Papa saya gigi lepas dua, pembuluh darah di mata pecah, muka lebam-lebam, jalan papa saya pincang," katanya.

Sementara kondisi KS lebih parah lagi karena harus opname di rumah sakit. KS juga sempat tidak sadarkan diri.

"Yang lebih parah malah teman baik papa saya (sudah seperti om saya) opname di RS," ujarnya.

Terkait kasus ini, Thalia mengaku akan melapor ke pihak berwajib. "On process," ucapnya.

"Saya berharap ini hal terakhir, apalagi umur-umur pelaku itu rata-rata udah di atas 40 tahun," pungkasnya.

Kata Polisi

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Dani HS mengatakan sampai saat ini korban belum melapor ke kepolisian. Dani mengimbau agar kasus ini bisa segera dilaporkan.

"Tidak harus korban yang melapor, pihak keluarga juga bisa melapor," kata Dani.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Massa Kelompok Silat Bubarkan Aksi Usai Ditemui Kapolrestabes Surabaya di Jalan Teuku Umar
• 7 jam lalu
0
thumb
Benavidez dan Mikaelian semakin dekat dengan laga penyatuan gelar
• 17 jam lalu
0
thumb
Prabowo: Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia, Berdampak ke BBM
• 7 jam lalu
0
thumb
LPSK Assesmen Permohonan Perlindungan Ferry 'Boboho'
• 1 jam lalu
0
thumb
Antrean Kepala Daerah di Ruang Tipikor
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.