Perang AS-Iran Makin Melebar, Teheran Warning NATO

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Foto kolase Bendera NATO dan Iran. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas. Pemerintah Iran melayangkan peringatan kepada negara NATO, Bulgaria, agar membatalkan keputusan mengizinkan pesawat militer AS menggunakan pangkalan udara Bezmer untuk mendukung operasi militer Washington.

Mengutip Reuters, Jumat (31/7/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan keberatan tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Bulgaria Velislava Petrova-Chamova. Araqchi menilai persetujuan Sofia atas permintaan AS untuk menempatkan pesawat militer di Pangkalan Udara Bezmer sama saja dengan memfasilitasi agresi terhadap Iran.


Baca: Rumah Eks Menteri Digerebek, Kasus Korupsi Miras-Modus Bar 'Hantu'

Menurutnya, keputusan tersebut tidak dapat diterima dan bertentangan dengan hubungan persahabatan yang selama ini terjalin antara Iran dan Bulgaria. Iran juga kembali mengingatkan bahwa negara-negara yang mengizinkan wilayahnya digunakan untuk operasi militer AS terhadap Teheran berpotensi menghadapi konsekuensi.

Selain Bulgaria, Araqchi juga menghubungi Menteri Luar Negeri Siprus Constantinos Kombos. Dalam pembicaraan tersebut, ia menekankan pentingnya memastikan pangkalan militer asing di Siprus tidak digunakan untuk melancarkan operasi terhadap Iran.

Baca: Hamas Buka Suara soal Pelucutan Senjata di Gaza: Itu Benar, tapi...

Sebelumnya, peringatan itu muncul setelah parlemen Bulgaria pekan lalu menyetujui penempatan sementara hingga delapan pesawat pengisian bahan bakar udara KC-135 milik AS beserta sekitar 250 personel militer di Pangkalan Udara Bezmer.

Pemerintah Bulgaria menegaskan tidak akan menempatkan senjata ofensif di pangkalan tersebut. Sofia juga menekankan bahwa keputusan itu tidak menjadikan Bulgaria sebagai pihak yang terlibat dalam operasi militer.

Sementara itu, Siprus menjadi lokasi dua pangkalan militer Inggris, termasuk RAF Akrotiri, yang sempat menjadi sasaran serangan drone Iran pada awal Maret, beberapa hari setelah Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran.

Baca: 350 PNS Tewas, Bandara hingga Pesawat Baru Beli Hancur
Inggris

Pada awal konflik, negara NATO lain Inggris menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militernya dalam operasi pertahanan guna menghadapi rudal Iran yang berada di lokasi penyimpanan maupun peluncuran. Namun kemudian London menegaskan bahwa RAF Akrotiri tidak termasuk dalam kesepakatan penggunaan pangkalan tersebut.

Meski demikian, pemerintahan baru Inggris tetap mempertahankan kerja sama pertahanan dengan AS pada Juli. Langkah itu memicu peringatan dari Garda Revolusi Iran yang meminta Inggris tidak memfasilitasi operasi militer Washington terhadap Teheran.

Pernyataan terbaru Iran menunjukkan bahwa negara itu kini meningkatkan tekanan diplomatik kepada negara-negara anggota NATO yang memberikan dukungan logistik maupun fasilitas militer kepada AS di tengah konflik yang masih berlangsung.

Baca: Presiden Baru Umumkan Darurat Nasional, Turunkan Militer

(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Video: NATO Pamerkan Kesepakatan Senjata Besar di Saat Trump Kecewa

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Janice Tjen gugur di babak 16 besar DC Open
• 20 jam lalu
0
thumb
PLN Siap Serap Listrik PLTSa Legok Nangka 20 Tahun
• 10 jam lalu
0
thumb
Tarif Transjabodetabek Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta Rp 15.000 Mulai September 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Polisi Ungkap 769 Kasus Curanmor Saat Operasi Berantas Jaya, 428 Motor Selamat
• 8 jam lalu
0
thumb
Trump Klaim Hamas Sepakat Dilucuti, Hamas Membantah
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.