Washington, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pada Kamis 30 Juli bahwa Dewan Perdamaian (Board of Peace) telah mencapai kesepakatan mengenai pelucutan senjata secara menyeluruh terhadap Hamas dan kelompok-kelompok bersenjata lainnya di Gaza.
Bersamaan dengan hal itu, pasukan Israel di Gaza pun akan ditarik.
Trump mengatakan kesepakatan yang ia sebut sebagai langkah "bersejarah" menuju perdamaian dan keamanan itu akan dilaksanakan secara bertahap.
"Kesepakatan ini akan dilaksanakan melalui tahapan yang disusun dengan cermat. Setelah pelucutan senjata selesai, pasukan Israel akan ditarik mundur dan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) akan bekerja sama dengan pasukan kepolisian Palestina yang baru untuk memastikan keamanan Gaza bagi penduduknya dan negara-negara tetangganya," tulis Trump dalam sebuah postingan di platform media sosialnya, Truth Social.
Dia menambahkan kesepakatan itu merupakan "tonggak penting" dalam pelaksanaan rencana 20 poinnya untuk Gaza.
Menurut Trump, wilayah tersebut pada akhirnya akan diperintah oleh pemerintahan Palestina yang baru, yang akan bekerja sama secara erat dengan Dewan Perdamaian untuk membantu rakyat Palestina.
Trump juga menyampaikan terima kasih kepada Mesir, Qatar, dan Turki atas upaya mediasi mereka. Menurutnya, peran ketiga negara tersebut, bersama tim pemerintahannya, telah memungkinkan tercapainya terobosan bersejarah.
"Setahun lalu, terjadi perang yang berkecamuk, krisis kemanusiaan, dan para sandera ditahan dalam penyekapan brutal. Kami telah mencapai kemajuan bersejarah dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," jelasnya.
Perang, yang oleh Trump disebut sebagai genosida Israel di Gaza, dimulai setelah serangan lintas perbatasan kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023.
Perang itu telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, di mana sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut.
Gencatan senjata dimediasi berdasarkan rencana 20 poin Trump untuk Gaza dengan pengawasan Dewan Perdamaian yang diketuai Trump.
Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Israel disebut masih melancarkan serangan setiap hari di seluruh wilayah Gaza hingga menewaskan 1.214 warga Palestina dan melukai 3.977 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta menyebabkan kerusakan yang meluas.






Komentar (0)