Mitra Pinasthika (MPMX) Raup Laba Rp336 Miliar, Naik 23 Persen di Semester I-2026

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

MPMX mencatat kenaikan laba bersih konsolidasian sebesar 23 persen year on year menjadi Rp336 miliar di semester I-2026.

Mitra Pinasthika (MPMX) Raup Laba Rp336 Miliar, Naik 23 Persen di Semester I-2026 (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel -  PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mencatat kenaikan laba bersih konsolidasian sebesar 23 persen year on year menjadi Rp336 miliar di semester I-2026.

Sejalan dengan itu, margin laba kotor meningkat menjadi 9,0 persen, margin laba usaha turut naik menjadi 4,7 persen, dan margin laba bersih menjadi 4,4 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga:
LPS Jamin Simpanan Nasabah, Kisah Syafrial Jadi Bukti Respons Cepat Saat BPR Ditutup

Secara konsolidasi, Perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp7,7 triliun pada semester I-2026, relatif stabil dengan penurunan tipis 1 persen dibandingkan periode yang

sama tahun sebelumnya. 

Meski demikian, di tengah dinamika pasar, Perseroan berhasil meningkatkan kualitas profitabilitas melalui pengeloaan biaya yang disiplin dan optimalisasi bauran bisnis.

"Hal ini tercermin dari peningkatan laba kotor sebesar 6 persen YoY menjadi Rp691 miliar, Laba

usaha yang tumbuh sebesar 25 persen YoY menjadi Rp366 miliar," kata Grup CFO MPMX Beatrice Kartika dikutip Jumat (31/7/2026).

Secara segmentasi, kinerja Perseroan menunjukkan dinamika yang beragam dengan fokus pada penguatan kualitas pendapatan dan efisiensi.

Segmen Distribusi & Ritel membukukan kinerja yang relatif stabil pada semester pertama

2026, didukung oleh pertumbuhan pada bisnis ritel dan layanan purna jual yang membantu mengimbangi perlambatan penjualan sepeda motor pada bisnis distribusi.

Pada bisnis distribusi, pendapatan penjualan sepeda motor MPMulia menurun 3 persen YoY menjadi Rp6 triliun, sementara pendapatan dari layanan purna jual meningkat 9 persen YoY menjadi Rp751 miliar. 

Di sisi lain, bisnis ritel mencatatkan pertumbuhan, dengan pendapatan penjualan sepeda motor meningkat 6 persen YoY menjadi Rp1,7 triliun, serta pendapatan layanan purna jual tumbuh di atas 9 persen YoY menjadi Rp51 miliar.

Secara keseluruhan, pendapatan bersih segmen tetap terjaga di level Rp7,3 triliun, atau hanya turun tipis 0,4 persen YoY. Di tengah pendapatan yang relatif stabil, laba kotor meningkat 6 persen YoY menjadi Rp616 miliar, sementara margin laba kotor naik menjadi 8,5 persen dari 7,9 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Peningkatan ini mencerminkan komposisi pendapatan yang semakin optimal serta perbaikan tingkat profitabilitas. Pada segmen bisnis asuransi, MPMInsurance membukukan pendapatan asuransi sebesar Rp434 miliar, atau menurun 10 persen YoY, terutama dipengaruhi oleh penurunan kontribusi dari lini bisnis asuransi kendaraan bermotor dan bisnis lainnya. 

Sementara itu, pendapatan dari lini

asuransi properti relatif stabil di Rp190 miliar. Di tengah penurunan pendapatan, biaya jasa asuransi berhasil ditekan 13 persen YoY menjadi Rp357 miliar. Hal ini mendorong peningkatan hasil jasa asuransi sebesar 4 persen YoY menjadi Rp77 miliar, mencerminkan pengelolaan underwriting yang tetap terjaga. 

Sementara itu, hasil investasi tercatat sebesar Rp18 miliar, atau turun 31 persen YoY, terutama disebabkan oleh lebih rendahnya pendapatan investasi dari instrumen saham.

"Di segmen bisnis penyewaan kendaraan, MPMRent tetap mampu menjaga profitabilitas di tengah moderasi aktivitas operasional," ujarnya. Pada semester pertama 2026, pendapatan bersih tercatat sebesar Rp706 miliar, atau menurun 4 persen YoY, terutama dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah armada yang disewakan, layanan pengemudi, serta volume penjualan mobil bekas.

Meski demikian, laba kotor meningkat 11 persen YoY menjadi Rp163 miliar, dengan margin laba kotor naik menjadi 23,1 persen dari 19,9 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didukung oleh pengelolaan biaya yang efektif serta komposisi bisnis yang semakin optimal, terutama dari bisnis penjualan mobil bekas, sehingga mampu mengimbangi pelemahan pada bisnis layanan pengemudi.

Sementara itu, di segmen bisnis pembiayaan, JACCS MPMFinance Indonesia terus mengedepankan kualitas aset dan keberlanjutan kinerja portofolio melalui penerapan strategi bisnis yang lebih selektif dan prudent. Sejalan dengan pendekatan tersebut, pendapatan bersih tercatat sebesar Rp311 miliar, atau menurun 43 persen YoY.

Di sisi lain, disiplin dalam pengelolaan biaya berhasil menurunkan beban operasional sebesar 45 persen YoY menjadi Rp275 miliar. Bersama dengan penurunan beban pencadangan dan beban terkait aset, langkah-langkah tersebut berhasil memperkecil rugi bersih segmen sebesar 58 persen YoY, dari Rp97 miliar menjadi Rp41 miliar pada semester I-2026.

"Kinerja semester pertama tahun 2026 menunjukkan bahwa fokus kami untuk menjaga kualitas pertumbuhan mulai memberikan hasil yang positif. Kami mampu mempertahankan

kinerja pendapatan secara relatif stabil sekaligus perbaikan margin di berbagai segmen usaha, melalui disiplin dalam pengelolaan biaya, serta penguatan kualitas portofolio di berbagai lini bisnis. Ke depan, kami akan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan efisiensi agar Perseroan dapat terus memberikan kinerja yang berkelanjutan," ujarnya.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Madura United bawa pulang gelandang Hugo Gomes
• 23 jam lalu
0
thumb
Cara perpanjang SIM online 2026: syarat, biaya, dan panduan lengkap lewat Digital Korlantas
• 18 jam lalu
0
thumb
Bacaan Dzikir Pagi Lengkap Arab, Latin, dan Artinya Sesuai Sunnah
• 20 jam lalu
0
thumb
BGN Temukan Anomali Pengelolaan Anggaran di 414 SPPG, Laporkan Temuan ke Kejagung
• 5 jam lalu
0
thumb
Toyota Land Cruiser Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.