Viral Perempuan Diduga Pakai Pin Hamil Palsu Demi Duduk di Kursi Prioritas KRL

detik.com
16 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Seorang perempuan diduga menggunakan pin ibu hamil palsu meminta wanita lainnya memberikan kursi prioritas di KRL Commuter Line viral di media sosial. Diduga pin yang digunakan perempuan tersebut bukan resmi dari KAI Commuter karena tidak memiliki masa aktif.

Dalam unggahan yang beredar di Threads, pengunggah mengatakan perempuan berkerudung kuning meminta penumpang lain yang tengah duduk di kursi prioritas untuk berdiri dengan alasan dirinya sedang hamil. Kejadian itu terjadi di gerbong 4.

Menurut penjelasan pengunggah, wanita memakai pin ibu hamil yang diduga palsu itu disebut menghampiri seorang penumpang perempuan berbaju putih yang sedang duduk di kursi prioritas. Perempuan yang diduga menggunakan pin hamil palsu juga sempat ditegur oleh penumpang pria.

Baca juga: KRL Green Line Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Stasiun Tenjo-Tigaraksa

Pengunggah mengatakan perempuan diduga menggunakan pin hamil palsu itu juga sempat memarahi balik pria yang menegurnya. Namun pria tersebut tak merespons.

Sementara itu, pihak KAI Commuter juga merespons unggahan tersebut. KAI Commuter mengatakan pin resmi ibu hamil memiliki tanggal masa kedaluwarsa yang aktif.

"Kami informasikan bahwa Pin Khusus Ibu Hamil yang resmi diterbitkan oleh KAI Commuter saat ini dilengkapi dengan logo KAI Commuter pada bagian atas pin serta tanggal expired/masa aktif yang tertera pada bagian tengah pin (foto terlampir)," tulis KAI Commuter merespons unggahan tersebut, Jumat (31/7/2026).

KAI Commuter mengimbau penumpang untuk melaporkan kepada petugas bila menemukan ada pin ibu hamil yang digunakan namun tidak ada tanggal masa aktifnya.

"Kami mengimbau apabila ke depannya Kakak menemukan pengguna yang menggunakan pin belum ada masa aktif seperti pada foto tersebut, mohon dapat segera melaporkannya kepada petugas di dalam kereta maupun petugas di stasiun guna selanjutnya dilakukan pengecekan. Terima kasih," jelasnya.




(dek/yld)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Trump Kaji Penarikan Biaya Rp1,8 Miliar bagi Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS
• 15 jam lalu
0
thumb
DPR Dorong Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah
• 22 jam lalu
0
thumb
Riuh! Menteri Maruarar: Sudah Bagus Jaksa Agung & Kapolri Dekat-Dekat, Sesuai Arahan Bapak, Paten!
• 22 jam lalu
0
thumb
Darije Kalezic Kembali Menangani PSM Makassar demi Mengulang Kesuksesan pada Musim 2026/2027
• 16 jam lalu
0
thumb
Polisi Lakukan Olah TKP Ulang Kasus Satpam Tewas Terborgol di Jatiluhur | KOMPAS MALAM
• 23 menit lalu
0
Berhasil disimpan.