HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– PSM Makassar belum berhenti memburu pemain lokal untuk melengkapi skuad menghadapi Super League 2026/2027.
Manajemen Pasukan Ramang masih membuka komunikasi dengan sejumlah pemain lokal setelah sebelumnya memulangkan dua mantan pemainnya, Agung Mannan dan Nurhidayat.
Keduanya kini telah bergabung dalam sesi latihan bersama tim untuk menjalani persiapan menuju kompetisi musim baru.
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, mengatakan kebutuhan pemain lokal masih cukup besar. Sebab, jumlah pemain yang tersedia saat ini belum memenuhi kuota skuad yang disiapkan klub.
“Kalau pemain lokal, sementara ada dua pemain yang kami sedang komunikasi. Yah doain saja lah semoga cepat difinalisasi, apalagi kan pemain yang tersedia sekarang baru 24,” ujar Fajrin.
Jika PSM benar-benar ingin memaksimalkan kuota 35 pemain, maka masih terdapat ruang yang cukup besar untuk menambah personel.
Manajemen memperkirakan sekitar tujuh pemain lokal masih dibutuhkan. Sementara empat slot lainnya diproyeksikan untuk dilengkapi pemain asing.
Dengan demikian, perburuan pemain lokal masih menjadi bagian penting dari aktivitas transfer PSM menjelang bergulirnya musim baru.
Agung Mannan dan Nurhidayat Kembali
PSM sebelumnya telah memutuskan memanggil kembali dua pemain yang pernah menjadi bagian dari Pasukan Ramang, yakni Agung Mannan dan Nurhidayat.
Keduanya langsung mengikuti latihan bersama tim dan dipersiapkan untuk menjalani rangkaian pemusatan latihan di Yogyakarta pada 7 hingga 21 Agustus mendatang.
Kembalinya kedua pemain tersebut menjadi bagian dari upaya PSM memperkuat kedalaman skuad, khususnya dengan mengandalkan pemain yang sudah memahami lingkungan klub.
Namun, manajemen belum berhenti pada dua nama tersebut.
Masih ada dua pemain lokal yang sedang dalam tahap komunikasi dan diharapkan segera mencapai kesepakatan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa PSM ingin memastikan setiap posisi memiliki kedalaman yang cukup sebelum kompetisi resmi dimulai.
Pemain Lokal Jangan Kalah oleh Pemain Asing
Perburuan pemain lokal juga mendapat perhatian dari suporter.
Anggota Komunitas VIP Utara (KVU), Sulyadi Abbas, menilai PSM tetap harus memberikan ruang yang cukup kepada pemain lokal.
Menurutnya, perekrutan pemain asing memang penting untuk meningkatkan kualitas tim, tetapi kehadiran legiun asing tidak seharusnya membuat pemain lokal kehilangan kesempatan berkembang.
“Perlu memang memberi panggung kepada pemain lokal. Jadi pemain asing tidak boleh menghilangkan peran pemain lokal, karena ini untuk kebutuhan tumbuh kembang liga dan tim nasional,” terangnya.
Menurut Sulyadi, keseimbangan antara pemain asing dan lokal menjadi hal penting dalam membangun skuad jangka panjang.
Apalagi, PSM memiliki akademi yang selama ini menjadi salah satu sumber pemain muda untuk tim senior.
Akademi PSM Bisa Jadi Solusi
Selain mendatangkan pemain lokal dari klub lain, PSM juga memiliki pilihan untuk memberikan kesempatan lebih besar kepada pemain akademi.
Sulyadi berharap sejumlah pemain muda binaan PSM mampu memanfaatkan kesempatan mengikuti latihan bersama tim senior.
Menurutnya, slot pemain U-23 seharusnya dapat dimaksimalkan untuk memberikan pengalaman kepada pemain akademi.
“Kami sih berharapnya untuk slot pemain U-23 itu bisa diisi oleh pemain dari akademi, supaya mereka berkembang. Nah, untuk pemain akademi juga harus membuktikan bahwa mereka memang layak mendapat tempat di tim utama,” jelasnya.
Bagi PSM, keberadaan pemain akademi bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan jumlah pemain.
Mereka diharapkan mampu menjadi investasi jangka panjang klub sekaligus membuka jalur baru menuju tim nasional Indonesia.
Karena itu, tambahan pemain lokal yang sedang diburu PSM nantinya tidak hanya ditentukan berdasarkan nama besar, tetapi juga harus sesuai kebutuhan pelatih Darije Kalezic.
Dengan waktu persiapan yang terus berjalan menuju musim 2026/2027, Pasukan Ramang masih memiliki pekerjaan rumah untuk menyempurnakan komposisi skuad.
Agung Mannan dan Nurhidayat menjadi langkah awal. Dua pemain lokal yang masih dalam tahap komunikasi berpeluang menjadi tambahan berikutnya.
Setelah itu, PSM masih harus menentukan apakah ruang tersisa akan diisi pemain berpengalaman atau justru memberikan kesempatan kepada talenta muda dari akademi.






Komentar (0)