Eks Kabareskrim dan Pengamat Soroti Sikap Keluarga yang Ikhlaskan Kematian Sutrimo

kompas.tv
11 jam lalu
Cover Berita
Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian Sutrimo di depan klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Eks Kabareskrim Susno Duadji dan pengamat kepolisian dari ISESS, Bambang Rukminto, menyoroti sikap keluarga yang mengaku ikhlas dengan kematian Sutrimo. (Sumber: Luthfia Miranda Putri/Antara)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Eks Kabareskrim Susno Duadji dan pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menyoroti sikap keluarga yang mengaku ikhlas dengan kematian Sutrimo, yang ditemukan meninggal dunia di sebuah klinik kosong di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (23/7/2026) lalu.

Kasus kematian Sutrimo menjadi sorotan karena dia disebut bekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang saat ini terjerat kasus dugaan korupsi. Pihak keluarga sebelumnya telah mengonfirmasi Sutrimo memang bekerja di rumah Febrie.

Susno menilai, apabila ada anggota keluarga yang meninggal secara mendadak atau tidak wajar, masyarakat pada umumnya tidak akan langsung menerima begitu saja, melainkan menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

"Pada umumnya orang kalau keluarganya meninggal kan tidak langsung terima, diserahkan ke penyelidik atau penyidik, 'Kami serahkan kepada aparat untuk mengetahui penyebabnya apa, kalau tidak wajar kami menuntut dan sebagainya', ini kok menerima begitu saja," kata Susno dalam dialog Kompas Petang KompasTV, Rabu (29/7/2026).

"Ini kan sesuatu hal ketidakwajaran juga," sambungnya.

Baca Juga: Kematian Sutrimo, Keluarga Ikhlas dan Tidak Akan Menuntut: Dia Punya Riwayat Diabetes

Dalam kesempatan yang sama, Bambang menyampaikan pernyataan yang senada.

Mulanya dia menyinggung penanganan pihak kepolisian yang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi di mana Sutrimo ditemukan.

"Kalau melihat runutan tadi, kawan-kawan kepolisan sudah melakukan olah TKP di klinik kecantikan yang jaraknya 450 meter, artinya di situ sudah ada kecurigaan-kecurigaan," jelasnya.

"Dan ini tentunya harus dikembangkan, tidak hanya berhenti dengan pernyataan dari keluarga saja menerima kematian itu, dan itu akan memunculkan tanda tanya besar, ada apa dengan kelaurga ini, ketika ada kematian tidak wajar bagi anggota keluarganya sekadar menerima saja, sepeti itu," lanjut Bambang.

Sebab itu, menurutnya, penyelidikan kasus kematian Sutrimo perlu mencakup olah TKP, opsi ekshumasi jika dibutuhkan, dan analisis digital forensik barang pribadi korban.

"Ini kan juga sangat penting, barang-barang almarhum ini di mana saat ini, misalnya handphone-nya, kemudian riwayat sebelumnya dia berjalan dari rumah kediaman ke lokasi ketika ditemukan pingsan atau meninggal dunia ini bersama siapa, dalam rangka apa," ujarnya.

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • kematian sutrimo
  • eks kabareskrim
  • sikap keluarga sutrimo
  • sutrimo
  • sutrimo siapa
  • susno duadji
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jamin Keamanan Data, Kebijakan Tepat Sasaran Lewat Sensus Ekonomi 2026
• 1 jam lalu
0
thumb
Monday Momentum: Cara Menghadapi Volatilitas Pembukaan Pasar dan Menjaga Disiplin Trading
• 6 jam lalu
0
thumb
Marinus Gea Dorong Pendampingan Psikologis untuk Anak Korban Aksi Kekerasan Massa di Bali
• 10 jam lalu
0
thumb
Anggota DPR minta Komjak lakukan eksaminasi khusus kasus eks Jampidsus
• 6 jam lalu
0
thumb
Kalender Jawa Agustus 2026 Resmi dan Lengkap: Weton, Pasaran, dan Neptu
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.