Harga Emas Antam 30 Juli 2026 Naik ke Rp2,616 Juta per Gram, Emas Dunia Ikut Melonjak!

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) kembali menguat pada perdagangan Kamis, 30 Juli 2026. Kenaikan juga terjadi di pasar emas dunia yang bergerak di zona hijau setelah bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya.

Berdasarkan data resmi Logam Mulia yang dipantau pada Kamis pagi, harga emas Antam naik Rp15.000 menjadi Rp2.616.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.601.000 per gram.

Baca Juga :
Harga Emas Antam Bertahan di Rp2,635 Juta per Gram, Emas Dunia Menguat Dipicu Memanasnya Konflik Timur Tengah
Harga Emas Antam Hari Ini 11 Juli 2026 Naik Lagi, Tembus Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Selain harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga mengalami kenaikan signifikan. Pada perdagangan hari ini, harga buyback naik Rp35.000 menjadi Rp2.381.000 per gram.

Meski demikian, harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar.

Harga Emas Dunia Menguat Setelah Keputusan The Fed

Tidak hanya emas Antam, harga emas dunia juga mencatatkan penguatan pada perdagangan internasional.

Berdasarkan perdagangan spot emas (XAU/USD) di Intercontinental Exchange (ICE), harga emas ditutup naik 0,93 persen atau bertambah US$37,64 menjadi US$4.065,94 per troy ons pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis pagi WIB.

Kenaikan harga emas global dipicu oleh keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan terbaru.

Kebijakan tersebut dinilai memberikan sentimen positif bagi pasar logam mulia, meski bank sentral Amerika Serikat masih mempertahankan sikap hati-hati terhadap perkembangan inflasi dan kondisi ekonomi.

Analis Nilai The Fed Masih Berpotensi Tahan Suku Bunga

Analis dari ING memperkirakan The Fed masih berpeluang melanjutkan kebijakan mempertahankan suku bunga pada periode berikutnya.

Menurut mereka, kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan ekonomi sebagaimana tergambar dari tingkat pengangguran.

"Prediksi ini didasarkan pada fakta bahwa pasar tenaga kerja tampaknya tidak sekuat yang disiratkan oleh tingkat pengangguran," kata analis ING sebagaimana dikutip dari laporan Dow Jones NewsWires.

Meski demikian, analis menilai keputusan kebijakan moneter ke depan masih sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi terbaru sehingga peluang perubahan suku bunga tetap terbuka.

Secara umum, lingkungan suku bunga yang tinggi cenderung menjadi tekanan bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Namun, keputusan The Fed mempertahankan suku bunga kali ini justru memberikan ruang bagi harga emas untuk bergerak lebih tinggi.

Baca Juga :
Harga Emas Hari Ini 9 Juli Kompak Melemah, Antam hingga Pegadaian Turun Saat Emas Dunia Tertekan Konflik Timur Tengah
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 4 Juli 2026 Naik Serentak, Antam Tembus Rp2,758 Juta per Gram
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,645 Juta

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bulog NTT Serap 2.330 Ton Jagung Petani untuk Dukung Industri Peternakan
• 1 jam lalu
0
thumb
Kementerian Transmigrasi Terjunkan Tim Ekspedisi Patriot 2026 Dorong Ekonomi Daerah
• 16 jam lalu
0
thumb
MK Putuskan MBG Tetap Konstitusional, tapi Tak Lagi Masuk Anggaran Pendidikan
• 2 jam lalu
0
thumb
Bisnis Top Up Gim Jadi Andalan Baru Bukalapak di Tengah Persaingan E-Commerce
• 8 jam lalu
0
thumb
Seegene Dorong Pendekatan Komprehensif dalam Pemeriksaan Infeksi Saluran Reproduksi melalui Global Million Clinical Study
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.