Ketum YLBHI Singgung Prabowo Terkait Kasus Penyiraman Andrie Yunus

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), M Isnur membandingkan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto dalam menindaklanjuti kasus terhadap aktivis.

Isnur menyebut bahwa era SBY saat itu langsung mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) untuk kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib pada tahun 2004.

Berbeda dengan SBY, Isnur menilai, Prabowo seperti tidak peduli terhadap kasus kekerasan terhadap aktivis, khususnya insiden penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

"Kita tidak melihat nih, kita tidak melihat Prabowo itu peduli, Prabowo itu ngomong langsung, Prabowo bukan kemudian membuat seperti yang SBY lakukan dengan membuat SK pembentukan TPF," katanya saat konferensi pers Indonesia Mendesak Segera Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).

Isnur menjelaskan, bahwa pembentukan TPF atau Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sangat penting untuk membantu kepolisian bilamana pelaku berasal dari lembaga lain.

"Kalau polisi hanya mengungkap di ranah penyelidikan reserse ya, teknikalitasnya. Tapi kalau pelakunya dari lembaga lain gimana? Pelakunya jenderal-jenderal di lembaga lain seperti apa?," ujarnya.

Oleh karena itu dalam hal ini, ia mendesak pemerintah untuk membentuk TPF khususnya dalam penanganan insiden yang terjadi terhadap Andrie Yunus.

"Maka di titik ini kita juga mendesak ya, ada TGPF atau TPF yang di dalamnya ya akan ada transparansi dengan melibatkan masyarakat sipil," jelasnya.

Sementara itu, di kesempatan yang berbeda, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan mandat langsung dari Prabowo untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras ini.

Sigit menerangkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pendalaman terhadap rekaman CCTV yang merekam kejadian tersebut.

“Kemarin bapak presiden sudah jelas memerintahkan kita harus mengusut tuntas, tentunya saat ini Polri sedang bekerja. Kemarin sudah ditampilkan 86 CCTV dan saat ini itu sedang dilakukan pendalaman,” ujar dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Berangkatkan 689 Pemudik Gratis ke Kepulauan Seribu
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tips Menyimpan Kue Lebaran Agar Tidak Cepat Rusak
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Komisi III DPR Minta Polisi Usut Aktor Intelektual Dibalik Penyerangan Air Keras ke Andrie KontraS
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Puasa Hari Pertama: Belajar Makna Perubahan dari Dalam Diri
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Bank Mandiri (BMRI) Siap Buyback Saham Rp 1,17 Triliun
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.