Kejahatan Siber yang Perlu Diwaspadai Jelang Lebaran 2026

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Menjelang libur Lebaran 2026, masyarakat diingatkan untuk lebih waspada terhadap berbagai kejahatan siber yang kian marak. Modus penipuan digital biasanya meningkat seiring tingginya aktivitas transaksi online, terutama untuk kebutuhan mudik dan liburan.

Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya pun meningkatkan patroli siber guna mencegah penipuan daring atau scam selama periode libur panjang ini.

Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, Kombes Roberto Pasaribu, mengatakan pelaku memanfaatkan momen Lebaran untuk menjaring korban dengan berbagai cara.

“Modus pelaku, mereka akan menawarkan tiket transportasi udara, darat, laut murah, penginapan murah, sewa kendaraan murah dan sebagainya melalui akun media sosial atau aplikasi pesan,” ujar Roberto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (18/3/2026).

Baca juga: Rumah Kosong Saat Mudik Rawan Pencurian, Ini Cara Menjaganya

Tak hanya itu, pelaku juga kerap menyebarkan kode pembayaran palsu hingga tautan berbahaya yang dapat mencuri data pribadi korban.

Daftar Kejahatan Siber yang Perlu Diwaspadai

Berikut sejumlah modus kejahatan siber yang perlu diwaspadai masyarakat menjelang Lebaran:

1. Penawaran tiket murah palsu

Pelaku menawarkan tiket pesawat, kereta, atau kapal dengan harga jauh di bawah pasaran untuk menarik korban.

2. Promo penginapan dan hotel fiktif

Iklan penginapan murah sering kali dibuat semenarik mungkin, namun ternyata tidak benar atau tidak bisa digunakan.

3. Sewa kendaraan abal-abal

Modus ini menyasar pemudik yang membutuhkan kendaraan dengan harga murah, tetapi berujung penipuan.

4. Link atau aplikasi berisi malware

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Korban diarahkan untuk mengklik tautan atau mengunduh aplikasi yang ternyata berisi malware untuk mengambil alih akun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan TNI Tetapkan 4 Anggota Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Kontras: Ada Kejanggalan
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Hilal Dinilai Masih Rendah, NU Prediksi Idulfitri 2026 pada 21 Maret 2026
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harga Turun, Fasilitas Naik! Pemerintah Kebut Modernisasi Kereta dan Stasiun 2026
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jelang Idul Fitri, Memangnya Boleh ya Cabut Rumput dan Tabur Bunga saat Ziarah Kubur?
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Haier Mulai Adopsi Teknologi AI dan Robot
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.