Alasan TNI Tetapkan 4 Anggota Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Kontras: Ada Kejanggalan

liputan6.com
3 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - TNI menahan empat orang anggotanya yang diduga terkait kasus penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Empat anggota TNI yang diamankan adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW dan Serda ES. Mereka saat ini menjalani pemeriksaan di Puspom TNI.

Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menyampaikan, empat anggota TNI itu bagian dari BAIS. Keempatnya berasal dari matra TNI AL dan TNI AU.

Advertisement

Mayjen Yusri menjelaskan awal mula penetapan terduga pelaku. TNI melakukan penyelidikan di internal.

“Dari hasil penyelidikan internal itu kita melihat ada beberapa kejanggalan. Sehingga dari kejanggalan itu kita kembangkan, muncullah yang diduga empat tersangka tersebut ya,” ucapnya.

Disinggung soal keberadaan terduga pelaku di lokasi kejadian, Mayjen Yusri mengaku perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk ketika ditanya mengenai bukti yang menjadikan keempat anggota tersebut sebagai terduga pelaku. Mayjen Yusri kembali mengatakan perlu dilakukan penyelidikan mendalam.

“Kita masih mendalami karena kan baru tadi pagi nih diserahkan ke kita ini sedang proses penyidikan,” jelasnya

Dari rekaman CCTV yang beredar, terlihat dua orang eksekutor yang menyiramkan air keras pada Andrie Yunus. Mayjen Yusri membenarkan dua pelaku itu. 

“Betul kalau dari hasil CCTV kan ada dua orang nih yang melakukan. Nah yang dua lagi di mana dan sebagai apa nanti kan masih kita dalami ya,” tegasnya.

TNI berjanji membeberkan peran dari empat anggota yang diduga terlibat dalam kasus ini.

“Jadi kita akan nanti akan sampaikan dari keempat pelaku ini siapa berbuat apa kemudian masing-masing perannya apa kan kita juga belum tahu.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada! Uang Palsu Mulai Beredar di Purwakarta Jelang Lebaran
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Tarawih di Masjid Raya, Appi: Hindari Euforia Berlebihan di Malam Takbiran
• 19 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Percepatan Penetapan Hutan Adat Harus Jadi Solusi Konflik
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Indonesia Jajaki Kerja Sama Industri LPG dengan Brunei Darussalam
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
One Way Tol Trans Jawa Mulai Berlaku, Antrean Mengular di Cikampek hingga Gilimanuk
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.