JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab cuaca panas yang terjadi belakangan ini di beberapa wilayah Indonesia.
BMKG melalui akun Instagram @infobmkg menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang terasa lebih panas belakangan ini merupakan fenomena yang normal dan terjadi setiap tahun.
Peningkatan suhu udara ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor astronomi dan meteorologi yang saling berkaitan, terutama pada periode peralihan musim dari hujan menuju kemarau.
Secara ilmiah, salah satu faktor utama penyebab suhu terasa lebih panas adalah posisi Matahari yang semakin mendekati wilayah ekuator.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Lebat 18-19 Maret 2026, Sejumlah Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem
Kondisi ini menyebabkan intensitas radiasi sinar Matahari yang diterima permukaan bumi menjadi lebih maksimal.
Secara visual, Matahari tampak seolah-olah berada tepat di atas kepala, sehingga meningkatkan suhu udara secara signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, faktor meteorologis seperti berkurangnya tutupan awan juga turut berperan. Minimnya awan membuat radiasi Matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi tanpa hambatan, sehingga memperkuat efek panas yang dirasakan masyarakat.
Kondisi ini umumnya terjadi bersamaan dengan masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.
BMKG juga menjelaskan bahwa fenomena ini berkaitan erat dengan gerak semu tahunan Matahari.
Penulis : Dian Nita Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- bmkg
- penyebab cuaca panas
- suhu panas
- matahari
- musim kemarau





