Ketua Komisi III Apresiasi Kinerja Polri Ungkap Kasus Penyiraman Andrie Yunus

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menyampaikan apresiasi pada Polri untuk penanganan kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Apresiasi ini khususnya ditujukan kepada Polda Metro Jaya dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri karena dianggap telah bekerja secara profesional.

"Yang pertama kami ingin mengucapkan apresiasi ya kepada jajaran Polri, dalam hal ini Polda Metro, ada juga Bapak-bapak dari Propam ya, yang kami lihat sejauh ini bekerja sangat baik ya, profesional, mengusut kasus ini," ucap Habiburokhman saat jumpa pers Perkembangan Penanganan Kasus Penyiraman Cairan Berbahaya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3).

Menurut Habiburokhman, polisi sangat serius mengungkap pelaku dalam kasus ini. Sebab polisi bisa mendapatkan gambar wajah dari kedua terduga pelaku penyiramannya dan mengetahui inisial namanya.

"Kita lihat ya, betapa seriusnya teman-teman Polri sampai bisa mendapatkan tadi identitas wajah dan bahkan inisial orang tersebut," ujar Habiburokhman.

Dalam hal ini, Habiburokhman mengaku mendukung upaya pengungkapan kasus ini. Ia berharap kerja baik ini terus dilaksanakan oleh pihak kepolisian.

"Jadi, kami tentu men-support ya, teruskan kerja ini dengan baik," ujar Habiburokhman.

Jangan Ada Celah Untuk Pelaku

Ia juga mengingatkan polisi dalam penyelidikan ini tak memberikan celah sedikit pun kepada pelaku.

"Jangan ada celah sedikit pun nanti bagi pelaku ya," ucap Habiburokhman.

Pesan ini berkaitan dengan soal administrasi dan prosedural yang, menurut Habiburokhman, agar dijalankan secara rapi dan baik oleh pihak kepolisian.

"Kami menitip soal itu, Pak, administrasi dan prosedurnya agar dilakukan dengan rapi dan baik," ucap Habiburokhman kepada Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri.

Dalam hal ini, ia memandang proses administrasi penyelidikan harus lengkap. Ia menggarisbawahi Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan (SPDP) dan yang lainnya agar disempurnakan.

"Seperti surat SPDP dan lain sebagainya agar disempurnakan," kata Habiburokhman.

Sebab dengan upaya administratif dan prosedural secara rapi dan baik, tidak akan memberikan celah para pelaku melawan balik secara hukum.

"(Jangan ada celah) untuk (pelaku) melakukan, apa namanya, perlawanan balik secara hukum," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, polisi mengungkap kedua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie berinisial BHC dan MAK selaku eksekutor. Polisi juga menunjukkan gambar yang merupakan wajah kedua terduga pelaku tersebut.

Dalam kesempatan ini, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri juga menegaskan untuk mengusut tuntas kasus ini, sesuai arahan Presiden Prabowo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Perlu kami tegaskan bahwa dalam penanganan perkara ini, kami dari jajaran Polda Metro Jaya dan Mabes Polri, sesuai instruksi Bapak Presiden dan Bapak Kapolri, berkomitmen untuk menjalankan seluruh proses secara objektif, transparan, dan akuntabel," tutur Asep.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Survei: Masalah Kesehatan Fisik dan Mental Meningkat saat Lebaran
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Jelajah Lebaran 2026: Dirut ASDP Blak-blakan Penyebab Macet di Pelabuhan Gilimanuk
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Bantai Chelsea di Stamford Bridge, PSG Melenggang ke Perempat Final Liga Champions dengan Agregat 8-2!
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Astra Otoparts Sebut Penjualan Suku Cadang Naik 20 Persen Jelang Mudik
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Jaga Kualitas Jaringan Selama Idul Fitri, Telkom Akses Siagakan 20 Ribu Teknisi
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.