JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah sedang menyiapkan efsiensi untuk aparatur sipil negara (ASN), termasuk dalam penyesuaian dan rekrutmen pegawai baru.
Prasetyo menyebut potensi penyesuaian ini dibahas di tengah efisiensi pemerintah mengantisipasi ketidakpastian global akibat perang. Perekonomian dunia disebut tertekan akibat konflik di berbagai kawasan, termasuk perang AS-Israel di Iran dan perang Rusia-Ukraina.
Prasetyo Hadi mengaku belum bisa memastikan berapa jumlah ASN yang kakan terdampak efisiensi. Namun, politikus Partai Geridra itu memastikan efisiensi untuk ASN telah dibahas dalam konteks menjaga keseimbangan fiskal negara.
Baca Juga: Prabowo Pertimbangkan Potong Gaji Anggota Dewan akibat Perang, Anggota DPR: Evaluasi Semua Program
"Dibahas itu sebagai salah satunya. Maka tadi saya sampaikan bahwa kalau pertanyaan jumlah kita belum siang ini belum bisa menyampaikan jumlah secara pasti," kata Prasetyo usai menghadiri rapat koordinasi program strategis di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan pemerintah telah menyesuaikan jumlah rekrutmen ASN setiap tahun. Pasalnya, setiap tahun, secara alami terdapat ASN yang memasuki masa pensiun sehingga kuota rekrutmen pegawai baru disesuaikan.
“Berkenaan dengan fiskal, sebenarnya setiap tahun memang secara alami ada sejumlah ASN yang memang memasuki batas usia pensiun,” kata Prasetyo Hadi dikutip Antara.
Mensesneg menekankan kebijakan efisiensi diarahkan untuk memastikan keberlanjutan program-program prioritas pemerintah. Sehingga, kebutuhan tenaga kerja di sektor strategis tetap dapat dipenuhi secara optimal.
Baca Juga: Reaksi Negara yang Dipanggil Trump untuk Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Ini Hasilnya
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- efisiensi
- rekrutmen asn
- prasetyo hadi
- dampak perang iran
- efisiensi asn





