Pengusaha RI Blak-Blakan Sektor Terkena Parah Perang Iran Vs AS-Israel

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Truk-truk mengangkut kontainer pengiriman di Terminal ICD Uiwang di Uiwang, Korea Selatan, 13 Maret 2026. (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia usaha mulai mencermati potensi dampak lanjutan konflik geopolitik di Timur Tengah antara Iran Vs AS-Israel terhadap sektor perdagangan dan industri nasional. Risiko terbesar diperkirakan akan muncul jika gangguan logistik global berlangsung dalam waktu lama.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Sarman Simanjorang mengatakan sektor berbasis ekspor menjadi salah satu yang paling rentan terhadap gangguan distribusi global.

"Kalau logistik internasional terganggu, maka sektor-sektor yang berbasis ekspor tentu akan merasakan dampaknya," kata Sarman kepada CNBC Indonesia, Selasa (17/3/2026).


Ia menyebut beberapa komoditas unggulan Indonesia yang bergantung pada kelancaran jalur perdagangan internasional. "Misalnya komoditas seperti CPO, batu bara, garmen, alas kaki, hingga elektronik yang selama ini menjadi produk ekspor utama kita," ujarnya.

Gangguan distribusi global bisa mempengaruhi kelancaran pengiriman barang ke pasar internasional serta meningkatkan biaya logistik. "Kalau jalur logistik terganggu, tentu pengiriman barang akan terhambat dan biaya distribusi juga bisa meningkat," kata Sarman.

Selain sektor ekspor, industri dalam negeri yang bergantung pada bahan baku impor juga berpotensi menghadapi tekanan. "Industri yang masih mengandalkan bahan baku impor juga bisa terdampak karena pasokannya bisa terganggu," ujarnya.

Dalam situasi tersebut, ia berharap pemerintah dapat menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas industri dan perdagangan nasional. "Kita tentu berharap pemerintah bisa mengantisipasi sejak dini jika nanti terjadi gangguan terhadap pasokan energi, bahan baku, maupun logistik," kata Sarman.

Di sisi lain, Sarman juga berharap konflik global tidak berlangsung lama agar stabilitas ekonomi dunia tetap terjaga. "Kita semua berharap para pemimpin dunia bisa segera menemukan jalan damai sehingga ekonomi global tetap stabil dan kesejahteraan masyarakat bisa terjaga," ujar Sarman.


(hoi/hoi) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Indonesia Siap Kukuhkan Eksistensi di WEF 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Robot Gundam hadir di pos terpadu pantauan mudik Kota Banjar
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Diisukan Selingkuh, Maissy dan Suaminya Ternyata Sudah Gak Tinggal Serumah
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Bursa Asia Menguat, Harga Minyak Reda dan Wall Street Rebound
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Sentralisasi Fiber BUMN: Efisiensi Nasional vs Dinamika Kompetisi
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Dituding Curi Akun Mobile Legend, Sopir Taksi Online Laporkan Tiktokers Akun @dedebin
• 4 menit laluviva.co.id
Berhasil disimpan.