Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih merupakan program strategis nasional yang layak disukseskan bersama-sama oleh segenap Bangsa Indonesia.
"Kami sampaikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih ini adalah program strategis nasional yang memang layak untuk kita sukseskan secara bersama-sama," kata Mendes Yandri dikutip di Jakarta, Selasa.
Hal tersebut dia sampaikan saat berdiskusi dengan wartawan dalam acara buka puasa bersama di rumah dinasnya di Jakarta pada Senin (16/3) malam.
Lebih lanjut, Mendes Yandri mengungkapkan sejumlah alasan Kopdes Merah Putih layak untuk disukseskan secara bersama-sama, di antaranya adalah karena sisa hasil usaha Kopdes Merah Putih akan dikembalikan pada masyarakat desa untuk kembali dikelola.
"Sisa hasil usahanya, itu 100 persen kembali ke desa, terutama (untuk) masyarakat yang miskin, di desil 1 sampai desil 5," ucap mantan Wakil Ketua MPR RI itu.
Baca juga: Mendes: Pemerintah terus percepat realisasi Kopdes Merah Putih
Kemudian, keuntungan Kopdes Merah Putih sekurang-kurangnya sebesar 20 persen akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PAD). Hal itu pun telah diatur dalam Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Permendes PDT) Nomor 10 Tahun 2025. Peraturan tersebut merupakan wujud tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Mendes Yandri menyampaikan pula bahwa Kopdes Merah Putih ditujukan untuk menyerap hasil produksi masyarakat desa.
Sejalan dengan itu, Mendes Yandri pun menekankan bahwa manfaat yang dihadirkan Kopdes Merah Putih itu perlu dioptimalkan, termasuk dengan membatasi pemberian izin pendirian ritel modern yang baru di desa-desa.
Menurutnya, pembatasan pemberian izin tersebut dilakukan pula demi memastikan pergerakan ekonomi di desa berjalan dengan baik, mengingat keuntungan ritel modern tidak dikembalikan kepada masyarakat.
Baca juga: Mendes minta KPPU kawal Kopdes Merah Putih agar tak terjebak monopoli
"Kalau yang ritel modern yang saya sebutkan tadi, keuntungannya diambil semua, tidak ada yang kembali kepada masyarakat. Ya kecuali mungkin tenaga kerja. Tapi kalau koperasi ini, benar-benar dia murni untuk rakyat di desa," ujar dia.
"Kami sampaikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih ini adalah program strategis nasional yang memang layak untuk kita sukseskan secara bersama-sama," kata Mendes Yandri dikutip di Jakarta, Selasa.
Hal tersebut dia sampaikan saat berdiskusi dengan wartawan dalam acara buka puasa bersama di rumah dinasnya di Jakarta pada Senin (16/3) malam.
Lebih lanjut, Mendes Yandri mengungkapkan sejumlah alasan Kopdes Merah Putih layak untuk disukseskan secara bersama-sama, di antaranya adalah karena sisa hasil usaha Kopdes Merah Putih akan dikembalikan pada masyarakat desa untuk kembali dikelola.
"Sisa hasil usahanya, itu 100 persen kembali ke desa, terutama (untuk) masyarakat yang miskin, di desil 1 sampai desil 5," ucap mantan Wakil Ketua MPR RI itu.
Baca juga: Mendes: Pemerintah terus percepat realisasi Kopdes Merah Putih
Kemudian, keuntungan Kopdes Merah Putih sekurang-kurangnya sebesar 20 persen akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PAD). Hal itu pun telah diatur dalam Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Permendes PDT) Nomor 10 Tahun 2025. Peraturan tersebut merupakan wujud tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Mendes Yandri menyampaikan pula bahwa Kopdes Merah Putih ditujukan untuk menyerap hasil produksi masyarakat desa.
Sejalan dengan itu, Mendes Yandri pun menekankan bahwa manfaat yang dihadirkan Kopdes Merah Putih itu perlu dioptimalkan, termasuk dengan membatasi pemberian izin pendirian ritel modern yang baru di desa-desa.
Menurutnya, pembatasan pemberian izin tersebut dilakukan pula demi memastikan pergerakan ekonomi di desa berjalan dengan baik, mengingat keuntungan ritel modern tidak dikembalikan kepada masyarakat.
Baca juga: Mendes minta KPPU kawal Kopdes Merah Putih agar tak terjebak monopoli
"Kalau yang ritel modern yang saya sebutkan tadi, keuntungannya diambil semua, tidak ada yang kembali kepada masyarakat. Ya kecuali mungkin tenaga kerja. Tapi kalau koperasi ini, benar-benar dia murni untuk rakyat di desa," ujar dia.





