Bisnis.com, JAKARTA — Emiten data center PT Indointernet Tbk. (EDGE) membukukan penurunan kinerja sepanjang tahun 2025. EDGE mencatatkan penurunan laba bersih menjadi Rp120,8 miliar pada 2025.
Laba bersih EDGE ini turun 47,92% secara tahunan. Sebelumnya, pada 2024 lalu EDGE mencetak laba bersih senilai Rp232,07 miliar.
Adapun, laba penurunan laba bersih ini terjadi seiring dengan turunnya pendapatan perseroan. EDGE membukukan penurunan pendapatan menjadi Rp842,1 miliar, turun 17,18% secara tahunan dari Rp1,01 triliun pada 2024 lalu.
Pendapatan ini dikontribusi oleh pusat data sebesar Rp532,5 miliar, layanan cloud senilai Rp284,9 miliar, konektivitas sebesar Rp276,7 miliar, layanan terkelola senilai Rp11,3 miliar, dan lain-lain sebesar Rp6,2 miliar.
Adapun, biaya layanan cloud EDGE yang membengkak menjadi Rp269,7 miliar, dari sebelumnya Rp16,85 miliar berkontribusi menggerus pendapatan EDGE sepanjang 2025.
EDGE juga mencatatkan penurunan beban pokok pendapatan hingga 25,63% sebesar Rp441,6 miliar, dari sebelumnya Rp593,9 miliar.
Alhasil, EDGE membukukan laba bruto senilai Rp400,4 miliar, turun 5,32% dibandingkan dengan periode 2024 yang sebesar Rp422,9 miliar. EDGE membukukan kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp485,7 miliar, naik dibandingkan dengan 2024 sebesar Rp275,3 miliar.
EDGE juga mencatatkan jumlah aset sebesar Rp5,4 triliun sepanjang pada 2025, naik dibandingkan dengan 2024 yang sebesar Rp3,5 triliun. Aset tersebut terdiri atas liabilitas sebesar Rp3,62 triliun, dengan jumlah ekuitas senilai Rp1,82 triliun.





