PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan membangun rumah susun dengan ukuran 45 meter persegi dan 52 meter persegi di kawasan Stasiun Manggarai. Sebagian unit dalam hunian vertikal tersebut ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
KAI menyiapkan dua unit rumah susun senilai Rp 500 juta per unit untuk tipe 45 m2 dan Rp 600 juta per unit untuk tipe 52 m2. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan luas unit hunian yang ditawarkan lebih besar dari ukuran properti biasa.
"Tentu harus dilihat ukuran properti yang kami tawarkan, karena luas unit di kawasan ini jauh lebih besar. Kalau menggunakan skema komersial di lokasi strategis seperti ini, tidak mungkin harganya di nilai yang kami tawarkan," kata Bobby di lokasi pembangunan properti, Jakarta, Senin (16/3).
Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 995 Tahun 2021 menetapkan harga rusun bersubsidi maksimum Rp 9 juta per m2. Alhasil, rusun yang dipatok KAI masih lebih tinggi dari aturan tersebut atau sekitar Rp 11,9 juta per m2.
Bobby mengatakan, harga rusun di kawasan Stasiun Manggarai dilakukan dengan mengecualikan biaya tanah dalam komponen harga. "Jadi, nilai perolehan tanah dalam harga properti ini kami nolkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah agar lebih terjangkau," katanya.
KAI berencana membangun 8 menara dengan tinggi masing-masing menara 12 lantai di dua bidang tanah. Operator kereta api nasional tersebut akan menjual 2.200 unit properti dekat Stasiun Manggarai.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pendanaan proyek tersebut berasal dari tiga sumber, yakni arus kas KAI, dukungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara_ dan pinjaman dalam negeri.
Sedangkan Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mendorong agar KAI merevisi desain rusun tersebut. Adik Presiden Prabowo Subianto ini mendorong agar jumlah lantai per gedung ditambah dari 12 lantai menjadi 24 lantai.
Hashim mengusulkan agar total unit yang dibangun di kawasan rumah susun Stasiun Manggaran menjadi 4.400 unit. Sebab, Hashim mensinyalir rusun dengan tinggi 24 lantai telah menjadi standar di beberapa kawasan, seperti Meikarta dan Kampung Bandan.
"Jadi, saya kira kalau bisa arsitek dan semuanya itu diarahkan lagi untuk bikin lebih banyak lagi. Dengan 25 lantai, jumlah unit bisa dilipat gandakan," ujarnya.




