Jakarta, VIVA – Nama Syamsuddin Nur Makka ikut menjadi sorotan setelah muncul kabar mengenai dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang dilakukan seorang pendakwah berinisial SAM. Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial karena korban menyebut pelaku dengan inisial yang memicu spekulasi warganet.
Akibat kemiripan inisial tersebut, Ustaz Syam pun ikut terseret dalam perbincangan. Menanggapi banyaknya orang yang menandai akun media sosialnya, ia akhirnya memberikan klarifikasi melalui Instagram. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
"Aduh ada berita apa ini, banyak yang mention. Bawa santai, kita fokusin 10 terakhir Ramadhan," tulis Ustaz Syam sambil membagikan potretnya dengan berbagai ekspresi, dikutip Minggu 15 Maret 2026.
"Oh ternyata inisial S.A.M bukan SYAM," imbuhnya.
Unggahan tersebut langsung dipenuhi komentar dari rekan sesama publik figur maupun warganet. Salah satunya datang dari Arie Untung, yang ikut menanggapi klarifikasi tersebut dengan nada bercanda.
Arie mengaku sempat terkejut ketika isu itu mencuat, apalagi ia teringat kejadian lama saat Ustaz Syam pernah keseleo lidah di depan publik.
"Ustaz mau diangkat derajatnya, emang sempet kaget apalagi dulu pernah keseleo lidah. Kirain relate," komentar Arie Untung.
"Tapi Alhamdulillah Allah masih jaga antum stadz," selorohnya.
Komentar tersebut membuat warganet kembali mengingat momen lama yang sempat viral ketika Ustaz Syam keliru mengucapkan kata “kontrol”. Jejak digital itu kembali muncul dalam kolom komentar unggahan klarifikasinya.
"Masih inget banget tragedi lidah keseleo," sahut netizen.
"Yang terkon...l itu yah," balas yang lain.
"Keseleo lidah menyebabkan jejak digital diangkat lagi," timpal warganet.
Selain Ustaz Syam, nama Ustaz Solmed juga sempat terseret dalam isu tersebut. Ia kemudian memberikan penjelasan terkait inisial yang beredar.
"Nama saya Saleh Mahmud Munawir, jadi kalau mau pakai inisial ya SMM bukan SAM. Kok bisa-bisanya sih pada nyasar ke IG saya?" tegas Ustaz Solmed.
Di tengah berbagai spekulasi yang beredar, tudingan sempat mengarah kepada Syekh Ahmad Al-Misry. Namun ia tidak memberikan bantahan secara langsung dan hanya menyinggung soal fitnah.





