Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksikan perputaran uang selama libur Lebaran 2026 mencapai sekitar Rp 148,39 triliun. Angka ini diperkirakan bisa meski jumlah pemudik tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun lalu.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang otonomi daerah Sarman Simanjorang menjelaskan proyeksi tersebut didasarkan dengan asumsi terdapat 35.975.000 kepala keluarga (KK) yang mudik dengan membawa uang sebesar Rp 4.125.000 per keluarga.
“Jika per keluarga membawa uang sebesar Rp.4.125.000 naik 10 persen dari tahun 2025 lalu sebesar Rp 3.75 juta maka potensi perputaran uang Rp 4.125.000 x 35.975.000 KK sebesar Rp 148.396.875.000.000 naik sekitar 8 persen dari tahun sebelumnya,” kata Sarman dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3).
Hitungan Sarman didasarkan pada survei Kementerian Perhubungan yang menunjukkan potensi pergerakan masyarakat pada momen mudik lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau 50,6 persen dari total populasi Indonesia.
Angka itu memang turun 1,75 persen dibanding tahun 2025 lalu di mana pemudik mencapai 146,4 juta orang. Dari situ, jumlah pemudik sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan Sarman setara dengan 35.975.000 kepala keluarga dengan asumsi rata-rata anggota per keluarga berjumlah 4 orang.
Dia juga memproyeksi perputaran uang bisa mencapai Rp 161.887.500.000.000 jika asumsi rata-rata per keluarga membawa uang sebesar Rp 4.500.000 saat mudik.
Menurutnya, uang tersebut akan banyak beredar di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Sisanya akan menyebar ke Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan berbagai destinasi wisata lain di Indonesia.
“Perputaran uang akan banyak untuk kebutuhan mudik seperti tiket, biaya tol dan BBM, service kendaraan serta oleh oleh untuk keluarga di kampung halaman, kemudian baju baru untuk keluarga dan peralatan salat,THR untuk kerabat dan keluarga, hampers untuk tetangga dan sahabat, aneka makanan dan minuman khas lebaran untuk menyambut tamu, kebutuhan rumah tangga umumnya bahan pokok pangan seperti daging, ayam, buah, serta zakat fitrah dan sedekah,” ujarnya.
Dengan begitu, ia melihat perputaran uang hampir menyasar ke semua sektor usaha yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat. Ia juga menyebut nantinya berbagai pedagang UMKM di kampung halaman pemudik dan destinasi wisata bisa menikmati peningkatan omzet.
Sarman juga menilai proyeksi perputaran uang saat lebaran 2026 yang diiringi lonjakan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata rata 10 sampai 15 persen menjadi momentum untuk mencapai pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang ditargetkan sebesar 5,4 sampai 5,5 persen.
“Dengan melihat geliat ekonomi kuartal I di mana ada momentum liburan Nataru di awal bulan Januari,kemudian perayaan dan libur Imlek 2577 dengan potensi perputaran uang sebesar Rp 9 triliun dan Idulfitri 1447 H maka sangat optimistis target pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 dapat mencapai target,” kata Sarman.
Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi kuartal I bisa dicapai asal pemerintah dapat menjaga psikologi masyarakat dengan memberikan jaminan dan memastikan bahwa ketersediaan BBM dan gas selalu terpenuhi selama dan sesudah lebaran. Dengan begitu, masyarakat tidak akan ragu membelanjakan uangnya di daerah masing-masing.
“Hal sangat penting karena masyarakat juga mengikuti perkembangan geopolitik perang Iran vs AS dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan BBM dan gas ke dalam negeri,” ujarnya.





