SEMARANG, KOMPAS — Ratusan bus yang akan mengangkut belasan ribu orang dalam program mudik gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal diberangkatkan dari DKI Jakarta dan Bandung, Jawa Barat, Senin (16/3/2026). Adapun program balik rantau gratis juga dipersiapkan untuk meringankan beban perekonomian masyarakat berpenghasilan rendah.
Pada masa libur Lebaran 2026, Pemprov Jateng kembali menggelar program mudik gratis. Melalui program itu, para pemudik dari Jakarta dan Jawa Barat bakal diantar menuju 35 kabupaten/kota di Jateng.
Pada Senin, sebanyak 325 unit bus dengan kapasitas 16.186 penumpang akan diberangkatkan dari dua titik di wilayah Jakarta, yaitu dari area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi dan Masjid At-Tin di kawasan Taman Mini Indonesia Indah. Kemudian, sebanyak 23 unit bus berkapasitas 1.133 penumpang juga akan diberangkatkan dari Landasan Udara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penghubung Provinsi Jateng, Risturino mengatakan, seluruh armada dipastikan dalam kondisi laik jalan. Menurutnya, setiap bus yang dioperasikan diwajibkan memiliki izin operasi angkutan pariwisata dari Kementerian Perhubungan, kartu pengawasan yang masih berlaku, Surat Tanda Nomor Kendaraan dan pajak kendaraan yang aktif, serta diwajibkan telah melunasi iuran asuransi dari PT Jasa Raharja.
"Seluruh armada wajib lulus uji kendaraan bermotor (KIR) dan ramp check, untuk memastikan kelayakan kendaraan. Armada yang digunakan minimal keluaran 2016, dengan kondisi mesin dan karoseri yang baik. Fasilitas pendukung seperti pendingin udara juga dipastikan berfungsi optimal untuk menunjang kenyamanan penumpang," kata Risturino, Minggu (15/3/2026).
Risturino menyebut, setiap bus juga diwajibkan dilengkapi perlengkapan keselamatan seperti kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), alat pemadam api ringan (APAR), palu pemecah kaca, serta pintu darurat untuk mengantisipasi situasi darurat selama perjalanan.
Tak hanya kondisi kendaraan, kondisi para pengemudi dan kru yang akan mengantar pemudik ke kampung halaman melalui program mudik gratis itu juga dipastikan Risturino siap. Mereka diwajibkan memiliki surat izin mengemudi (SIM) sesuai ketentuan, pengalaman minimal dua tahun, serta memahami rute perjalanan yang akan dilalui.
"Kondisi kesehatannya juga diperiksa. Bahkan, pada hari pemberangkatan pukul 06.00 WIB, akan dilakukan tes urine kepada pengemudi dan kru bus untuk memastikan mereka tidak terpengaruh narkoba atau alkohol," kata Risturino.
Selain dengan bus, mudik gratis juga digelar menggunakan kereta api pada Selasa (17/3/2026). Ada 17 rangkaian kereta api dengan jumlah 1.288 kursi yang bakal diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen di Jakarta menuju Stasiun Solo Balapan di Surakarta dan dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Semarang Poncol.
Risturino menyebut, program mudik gratis digelar untuk membantu meringankan beban perekonomian masyarakat. Melalui program mudik gratis, uang yang seharusnya dikeluarkan untuk membeli tiket pulang kampung bisa disimpan atau digunakan untuk keperluan lain di masa Lebaran.
Menurut Risturino, peserta dalam program mudik gratis merupakan masyarakat berpenghasilan rendah. Rata-rata peserta program itu bekerja sebagai pengojek daring, asisten rumah tangga, pedagangan asongan, pedagang kaki lima, dan buruh dengan panghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan.
Tak hanya mudik gratis, Pemprov Jateng juga bakal memfasilitasi masyarakat kembali ke perantauan melalui program balik ratau gratis. Kepala Dinas Perhubungan Jateng Arief Djatmiko mengatakan, program balik rantau gratis menggunakan bus bakal diberangkatkan pada 28 Maret 2026 dan balik rantau gratis menggunakan kereta api bakal diberangkatkan pada 27 Maret 2026.
Djatmiko menyebut, pendaftaran balik rantau gratis telah dibuka pada 12 dan 13 Maret 2026. Setelah menutup pendaftaran, panitia melakukan verifikasi sebelum menerbitkan tiket elektronik pada 17 Maret 2026.
"Persyaratannya, yaitu memiliki Kartu Tanda Penduduk domisili Jateng, bekerja di sektor informal, berpenghasilan rendah seperti penarik ojek, asisten rumah tangga, pedagang asongan dan kaki lima, buruh, pengemudi dan lain-lain, dibuktikan dengan dokumentasi yang menjelaskan pekerjaannya. Pendaftaran 1 keluarga maksimal 4 orang, dan karena ini program Jateng, harus punya rekening Bank Jateng," ujar Djatmiko.
Menurut Djatmiko, ada 68 unit bus dengan jumlah kursi mencapai 3.400 yang akan dikerahkan dalam program balik ratau gratis. Sementara itu, untuk moda transportasi kereta api yang bakal diberangkatkan dari Stasiun Semarang Poncol disediakan 320 kursi.
Ada beberapa titik pemberangkatan bus balik rantau gratis, yaitu Asrama Haji Donohudan di Boyolali, Terminal Tipe B Pilangsari di Sragen, Terminal Tipe B Tegalgede di Karanganyar, Terminal Tipe A Giri Adipura di Wonogiri, dan Terminal Tipe A Ir Soekarno di Klaten.
Selain itu, bus balik rantau gratis juga diberangkatkan dari Terminal Tipe A Mangkang di Kota Semarang, Terminal Tipe A Kabupaten Demak, Terminal Tipe A Bulupitu di Kabupaten Banyumas, Terminal Kebumen, Terminal Banjarnegara, Terminal Purbalingga, Pendopo Kabupaten Blora, Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, dan Pendopo Kabupaten Kendal.
Di samping mudik gratis, para pemudik yang akan menuju atau melintasi Jateng, terutama pemudik yang mengendarai sepeda motor diimbau memanfaatkan program valet and ride dari Kepolisian Daerah Jateng. Melalui program yang direncanakan berlangsung 13-19 Maret 2026 itu, para pemudik motor bakal diangkut menggunakan bus dari Brebes menuju Kota Semarang dan sepeda motornya diangkut menggunakan truk towing.
Kepala Bidang Humas Polda Jateng Komisaris Besar Artanto mengatakan, dalam satu hari ada tiga gelombang keberangkatan, yakni pada pukul 10.00 WIB, 13.00 WIB, dan 16.00 WIB. Dalam setiap keberangkatan, sebanyak 10 unit bus dan 10 unit truk towing bakal dikerahkan.
Artanto menyebut, program valet and ride sudah pernah diberlakukan pada tahun lalu. Menurutnya, program itu penting untuk mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi pada perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor.
"Karena titik lelah pemudik terutama pengendara sepeda motor dari arah barat ada di antara Cirebon (Jabar)-Brebes. Oleh karena itu, program ini kami hadirkan untuk memberi jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi pemudik roda dua sehingga aman dan nyaman dalam perjalanan," kata Artanto.





