Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pertambangan batu bara Grup Banpu, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), masih menjalankan program pembelian kembali atau buyback saham.
Kabar itu terungkap dalam surat teranyar Manajemen ITMG kepada Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-03063/BEI.PP1/03-2026 tanggal 9 Maret 2026 kepada PT Indo Tambangraya Megah Tbk (“Perseroan”) perihal Permintaan Penjelasan.
Dalam surat yang dikutip Minggu (15/3/2026), ITMG menjelaskan bahwa dalam 3 bulan mendatang perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi.
“Saat ini perseroan masih menjalani program pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh perseroan dan tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (“Buyback”). Buyback tersebut telah diumumkan kepada Publik pada tanggal 18 September 2025 dan disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 3 November 2025,” tulis Manajemen ITMG.
Diberitakan Bisnis sebelumnya, ITMG menuturkan RUPSLB telah menyetujui rencana buyback dengan jumlah sebesar-besarnya Rp2,49 triliun yang berasal dari kas internal perseroan sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya, dengan asumsi buyback dilaksanakan secara keseluruhan.
Pembelian saham kembali akan dilakukan melalui Bursa Efek, baik secara bertahap maupun sekaligus, dan diselesaikan paling lambat 12 bulan dari tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.
Baca Juga
- Belanja BlackRock Cs di ADRO, ITMG, PTBA Kala Harga Batu Bara Membara
- Ramai Revisi Naik Target Harga Saham ITMG meski Ada Risiko Pemangkasan RKAB Batu Bara
- Kode Keras di Emiten Batu Bara Indo Tambangraya (ITMG)
Menurut manajemen ITMG, terdapat tiga pertimbangan perseroan untuk melakukan buyback. Pertama, ITMG memandang bahwa harga saham saat ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai fundamental dan prospek jangka panjang perseroan.
Nilai fundamental tersebut mencakup posisi keuangan yang solid serta kemampuan ITMG untuk mempertahankan kinerja operasional yang berkelanjutan. Selain itu, ITMG memiliki strategi pengembangan usaha yang diyakini dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang, sehingga pelaksanaan Buyback ini diharapkan dapat memberikan sinyal positif kepada pasar.
Kedua, pelaksanaan buyback diharapkan dapat memberikan tingkat pengembalian yang lebih baik bagi pemegang saham, meningkatkan kepercayaan investor, serta mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek usaha ITMG di masa mendatang.
“Ketiga, pelaksanaan buyback juga diharapkan dapat mendukung stabilitas harga saham perseroan di Bursa Efek,” tulis manajemen, Senin (3/11/2025).
ITMG berkeyakinan pelaksanaan buyback tidak akan memberikan pengaruh yang negatif terhadap kinerja dan pendapatan Perseroan karena saldo laba dan arus kas yang tersedia saat ini mencukupi untuk kebutuhan dana pelaksanaan buyback.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





