Diversifikasi Sumber Energi Penting untuk Capai Ketahanan Energi

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Selain itu diversifikasi juga dapat mengurangi dampak volatilitas harga energi global, mendukung pemanfaatan sumber energi domestik.

Diversifikasi Sumber Energi Penting untuk Capai Ketahanan Energi

IDXChannel - Diversifikasi sumber energi salah satu langkah yang penting untuk mencapai ketahanan energi. Pasalnya, hal ini dapat mengurangi risiko ketergantungan.

"Diversifikasi sumber energi penting untuk mencapai ketahanan energi karena dapat mengurangi risiko ketergantungan pada sumber tertentu," kata Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Surono, Sabtu (7/11/2026).

Baca Juga:
Mengenal MT Lady Eva, Kapal Raksasa Pembawa Sumber Energi Bersih ke Tambang AMMAN

Dia menambahkan, selain itu diversifikasi juga dapat mengurangi dampak volatilitas harga energi global, mendukung pemanfaatan sumber energi domestik, dan meningkatkan keandalan sistem energi.

"Target bauran energi baru serta terbarukan (EBT) di 2060 itu berada pada kisaran 70-72 persen," kata dia.

Baca Juga:
Prabowo: Kebutuhan BBM Kita Nantinya Tak Lagi Impor, Sawit-Jagung Bisa Jadi Sumber Energi

"Ini telah mempertimbangkan optimalisasi seluruh potensi energi dan keterbauran sejenisnya yaitu energi surya, hidro, bioenergi, panas bumi, nuklir, dan energi terbarukan lainnya seperti energi pasang surut gelombang laut, dan arus laut," lanjutnya.

Menurutnya, bila bauran energi primer dari energi baru terbarukan diproyeksikan naik, sebaliknya untuk porsi bauran energi batubara diproyeksikan mengalami penurunan.

Baca Juga:
Pakar Limbah Hayari UGM Sebut Emisi Metana Bantargebang Bisa Jadi Sumber Energi Alternatif

Bauran energi dari batubara di 2030 sekitar 40,7 persen, diproyeksikan menurun di 2040 menjadi 28,9 persen, di 2050 terus turun menjadi 19,1 persen, dan di 2060 turun menjadi 7,8 persen.

Baca Juga:
Mini LNG Plant di Tuban Resmi Beroperasi, Perkuat Sumber Energi Domestik

"Angka 38,7 persen kebutuhan minyak mentah kilang domestik di 2025 dipenuhi dari impor, 34,2 persen kebutuhan BBM domestik di 2025 dipenuhi dari impor, dan 80,6 persen kebutuhan LPG domestik di 2025 dipenuhi dari impor," katanya.

"Oleh karena itu perlu dilakukan diversifikasi sumber dan jalur impor energi agar tidak bergantung pada sumber tertentu. Hal tersebut menjadi satu dari empat langkah prioritas untuk mengurangi ketergantungan akan impor," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal "ASN" Buka Suara Lewat Kuasa Hukumnya, Begini Katanya
• 13 jam lalu
0
thumb
Asap Kawah Gunung Bromo Menipis, Apakah Sudah Aman Dikunjungi?
• 18 jam lalu
0
thumb
Muncul Usulan Komisioner Dipilih Presiden Lewat Pansel di HUT ke-73 KPU
• 9 jam lalu
0
thumb
Didemo Agar Diboikot TV, Ruben Onsu Akan Tempuh Jalur Hukum?
• 11 jam lalu
0
thumb
BEI Kantongi 9 Calon Emiten IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.