Gunung Karangetang erupsi Sabtu, letusan abu capai 1.000 meter

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Manado (ANTARA) - Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), kembali erupsi dengan letusan abu mencapai 1.000 meter.

"Telah terjadi erupsi Gunung Karangetang pada tanggal 7 November 2026 pukul 17:34 WITA dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 1.000 meter di atas puncak," kata Pengamat Gunung Api Pos PGA Karangetang Nadhif Dhaifullah di Manado, Sabtu.

Dia mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan durasi sementara ini lebih 1 menit 19 detik.

Baca juga: Pos PGA: Gunung Karangetang tiga kali meletus

Dia menjelaskan teramati erupsi eksplosif kecil pada kawah utara diikuti guguran lava pijar dari puncak kawah utara.

Guguran lava tersebut mengalir ke arah selatan sejauh kurang lebih 200-700 meter di pelana kawah utara dan selatan lalu berbelok ke arah barat dan barat daya lebih kurang 200-400 meter.

Kemudian mengalir ke arah barat daya dan barat sejauh sekitar 700-1.000 meter berpotensi ke arah Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang.

Mengalir arah barat laut, kata dia, teramati sejauh sekitar 500-700 meter berpotensi ke arah Kali Batuare, Kali Batukole, dan Kali Malrbuhe.

Baca juga: Pos PGA: Guguran lava pijar Karangetang meluncur ke sejumlah kali

"Saat ini Gunung Karangetang berada pada Status Level II (Waspada)," ujarnya.

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan diharapkan tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2,5 kilometer.

Selain itu mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Baca juga: Gunung Karangetang di Sulut kembali erupsi kolom abu 800 meter


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kecelakaan di Banyuwangi, Truk Tangki Oleng Tabrak Truk dan Ruko
• 10 jam lalu
0
thumb
Agen FBI Bobol Dompet Kripto Terkait 35 Penyelidikan, Siapkan Hidup Baru di Portugal
• 19 jam lalu
0
thumb
Hasil BRI Super League: Persija Puncaki Klasemen Lagi usai Gebuk Persebaya, Persita Telan Kekalahan Perdana
• 1 jam lalu
0
thumb
Membongkar Modus Penyadapan Presiden Prabowo Pakai LIMS | MBG
• 13 jam lalu
0
thumb
Guardian Indonesia Hadirkan Toko Grab-and-Go Pertama di JPM Dukuh Atas
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.