Ibu Bagikan Pengalaman Telinga Anak Luka karena Anting, Ini Tips Memilih yang Aman untuk Balita

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Memilih aksesori untuk anak, termasuk anting, ternyata tidak boleh sembarangan, Moms. Model dan bahan yang kurang tepat bisa menyebabkan iritasi hingga melukai daun telinga si kecil.

Belum lama ini, seorang ibu membagikan pengalamannya melalui akun Threads @noviarizqy. Ia mengaku baru menyadari bahwa model anting yang digunakan anaknya ternyata kurang aman hingga menyebabkan luka pada telinga.

Dalam unggahannya, ia juga meminta saran kepada sesama ibu mengenai model anting yang aman untuk anak berusia 2 tahun.

Pengalaman tersebut pun bisa menjadi pengingat bagi orang tua bahwa memilih anting untuk balita bukan hanya soal model yang cantik, tetapi juga perlu memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak.

Tips Memilih Anting yang Aman untuk Anak Usia 2 Tahun

Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menyarankan orang tua memilih anting dengan model sederhana, seperti:

- Model stud atau tusuk kecil yang menempel dekat daun telinga.

- Bentuk bulat dengan permukaan halus dan tanpa ujung tajam.

- Ukuran kecil dan ringan.

- Pengunci belakang aman, tidak mudah terlepas, tetapi tidak terlalu ketat.

“Emas bisa menjadi salah satu pilihan yang baik, terutama emas kuning solid dengan kadar tinggi, misalnya 18 karat atau lebih. Emas kuning dengan kadar tinggi umumnya memiliki risiko alergi nikel lebih rendah dibandingkan perhiasan imitasi atau emas dengan kadar rendah,” kata dr. Aisya kepada kumparanMOM, Kamis (5/11).

Risiko Anting yang Kurang Tepat dan Cara Mengatasinya

Menurut dr. Aisya, ada beberapa risiko kesehatan yang bisa terjadi jika anak menggunakan anting dengan model atau bahan yang kurang tepat, di antaranya:

- Iritasi atau alergi kontak: Telinga menjadi merah, gatal, bersisik, dan terkadang berair.

- Infeksi: Ditandai dengan kemerahan, bengkak, nyeri, terasa hangat, hingga keluar nanah.

- Luka akibat gesekan atau tarikan: Misalnya ketika anting tersangkut pakaian atau rambut sehingga daun telinga terluka.

- Pengunci anting tertanam: Bisa terjadi jika pengunci terlalu ketat dan terus menekan jaringan telinga.

- Robekan daun telinga: Terutama akibat penggunaan anting yang berat, menjuntai, atau mudah tersangkut.

Lantas, bagaimana jika telinga anak sudah terlanjur mengalami luka atau iritasi?

dr. Aisya menyarankan orang tua untuk menghentikan pemakaian anting yang diduga menjadi penyebab gesekan atau alergi. Area telinga juga perlu dibersihkan secara lembut menggunakan cairan saline steril atau air bersih.

Hindari menggosok, memencet, maupun mengorek bagian yang luka. Jika terdapat tanda-tanda infeksi pada lubang tindikan, orang tua juga sebaiknya tidak buru-buru melepas anting sendiri sebelum diperiksa dokter. Sebab, keputusan untuk melepas atau mempertahankan anting perlu disesuaikan dengan kondisi luka.

"Yang perlu kita tekankan dari sisi kesehatan adalah bagaimana memastikan anting yang digunakan aman untuk kulit dan tidak mencederai telinga anak," tutur dr. Aisya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PLTS Bantuan Unibos Beroperasi, Guru SMPN 1 Liukang Tupabbiring Hasilkan 30 Aplikasi Belajar Offline
• 11 jam lalu
0
thumb
Fenomena Gen Z Ramai-Ramai Pakai HP Jadul, Ternyata Ini Alasannya
• 1 menit lalu
0
thumb
ESDM Alihkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang Batu Bara Senilai Rp70,68 Miliar ke Kopassus
• 3 jam lalu
0
thumb
Mantan Ketua MK: Kemungkinan Keterlibatan Asing dalam Penyadapan Perlu Diselidiki
• 2 jam lalu
0
thumb
Mulai Sekarang Shalat Dhuha Baca Surah Ini, Dimudahkan Rezeki dan Hajat Cepat Terkabul Kata Ustaz Adi Hidayat
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.