Akademisi Ingatkan Confirmation Bias di Balik Polemik Ijazah Jokowi, Apa Itu?

disway.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Akademisi Universitas Airlangga (Unair), Dr. Suko Widodo, mengingatkan bahwa banyaknya tuduhan yang beredar di ruang publik tidak dapat dijadikan ukuran untuk menentukan kebenaran dalam polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Suko, perdebatan mengenai keabsahan dokumen pendidikan seorang tokoh publik harus tetap mengedepankan fakta yang dapat diverifikasi, bukan sekadar persepsi maupun opini yang berkembang di masyarakat.

"Dalam demokrasi, persepsi tidak boleh menggantikan pembuktian, dan popularitas tuduhan bukan ukuran kebenaran," ujar Suko.

BACA JUGA:Seberapa Besar Pengaruh Jokowi di Politik 2029? Pengamat Singgung PSI dan Gibran

Ia menjelaskan bahwa dalam komunikasi politik, fakta, opini, dan spekulasi merupakan tiga hal berbeda yang harus dipahami secara tepat oleh masyarakat.

Fakta merupakan informasi yang dapat diverifikasi, sedangkan opini adalah bentuk penafsiran terhadap suatu persoalan. Adapun spekulasi merupakan dugaan yang belum memperoleh pembuktian.

"Fakta harus dapat diverifikasi, opini merupakan penafsiran, sedangkan spekulasi adalah dugaan yang belum terbukti," jelasnya.

Suko menilai persoalan menjadi semakin kompleks ketika masyarakat cenderung menerima informasi berdasarkan kesesuaian dengan pandangan politik masing-masing.

BACA JUGA:Kesaksian Jokowi Ditolak Roy Suryo dan Tifa, Begini Jawaban Menohok Eks Presiden

Kecenderungan tersebut dikenal dengan istilah confirmation bias, yakni kondisi ketika seseorang lebih mudah mempercayai informasi yang memperkuat keyakinan yang sudah dimiliki sebelumnya.

Dalam konteks polemik ijazah Jokowi, kondisi tersebut dapat membuat perdebatan berlangsung berkepanjangan meskipun berbagai informasi maupun klarifikasi telah disampaikan.

Menurut Suko, perdebatan yang terus berulang tidak selalu menandakan bahwa informasi yang tersedia masih kurang. Situasi tersebut juga dapat dipengaruhi oleh perbedaan kepercayaan masyarakat terhadap sumber informasi.

BACA JUGA:Kesaksian Jokowi Ditolak Roy Suryo dan Tifa, Begini Jawaban Menohok Eks Presiden

Ia turut mengingatkan agar persoalan ijazah Jokowi tidak dicampuradukkan dengan polemik administratif dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kedua persoalan tersebut perlu ditempatkan berdasarkan fakta, objek permasalahan, serta mekanisme pembuktian masing-masing.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KSPSI Copot Listyo Sigit dari Dewan Penasihat Usai Kasus Penyadapan Prabowo
• 10 jam lalu
0
thumb
Sejumlah Besar Penerbangan di Eropa Mendapat Ancaman Bom, Jet Tempur Dikerahkan untuk Mengawal
• 17 jam lalu
0
thumb
Penyadapan dengan LIMS Tak Bisa Dapatkan Isi Percakapan WhatsApp, Ini Penjelasan Dosen Intelijen UI
• 12 jam lalu
0
thumb
KPU Tetapkan 7 November Jadi Hari Lahir, Rayakan 73 Tahun Pengabdian
• 12 jam lalu
0
thumb
Cuaca Hari Ini: Jakarta Diperkirakan Berawan, Bekasi-Depok Hujan
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.