KSPSI Copot Listyo Sigit dari Dewan Penasihat Usai Kasus Penyadapan Prabowo

liputan6.com
10 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mencopot Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Ketua Dewan Penasihat setelah namanya terseret dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. KSPSI menyebut keputusan tersebut diambil agar persoalan yang melibatkan tokoh publik tidak berdampak pada organisasi.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, keputusan pencopotan diambil melalui rapat pimpinan. Namun, KSPSI belum akan menunjuk pengganti Listyo karena organisasi itu akan lebih dahulu menggelar kongres pada 1 Februari mendatang.

Advertisement

BACA JUGA: Serikat Pekerja Kawal UU Perlindungan Ketenagakerjaan

“Beliau diberhentikan dari Ketua Dewan Penasihat KSPSI. Karena hubungan kami dengan beliau adalah hubungan dalam rangka perjuangan kepentingan kaum pekerja. Tapi ketika ada sesuatu yang di luar dugaan kami, maka kami bersepakat untuk mengakhiri posisi beliau sebagai dewan penasihat,” kata Andi Gani dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).

Andi mengakui, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi KSPSI dalam menjalin hubungan dengan tokoh publik. Dia mengisyaratkan organisasi akan lebih berhati-hati dalam membangun hubungan dengan figur di luar organisasi.

“Menjadi pelajaran buat kami, nanti ke depan jangan terlalu banyak berhubungan dengan tokoh-tokoh publik. Bingung juga nanti kita kalau ada masalah, terbawa-bawa organisasi,” ujarnya.

Di tengah polemik tersebut, Andi juga menolak gerakan buruh dikaitkan dengan dugaan makar. Dia menegaskan, aktivitas kelompok buruh di luar Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia bukan menjadi tanggung jawab koalisi.

“Tentu tidak menjadi tanggung jawab Koalisi Besar, karena saya yakin teman-teman yang bergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia sudah sangat dewasa,” tegasnya.

Menurut Andi, selama ini KSPSI memperjuangkan kepentingan pekerja melalui diskusi, audiensi, lobi dengan DPR, hingga aksi untuk mengawal komitmen pemerintah dan parlemen. Karena itu, dia menyayangkan gerakan buruh dikaitkan dengan persoalan makar.

“Tentulah kami semua bersedih sekali sebagai gerakan buruh secara umum, kok dikait-kaitkan dengan soal urusan makar? Ini kan menjadi sangat-sangat luar biasa sekali,” katanya.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Namanya Terseret Isu Penyadapan, Bahlil: Saya Juga Disadap!
• 7 jam lalu
0
thumb
Pemprov DKI buka layanan Samsat setiap Sabtu
• 17 jam lalu
0
thumb
Longsor Terjang 2 Titik di Kelok Sembilan Sumbar, Area Usaha Warga Tertimbun
• 5 jam lalu
0
thumb
6 Ciri Kepribadian Orang yang Kendaraannya Selalu Bersih
• 9 jam lalu
0
thumb
Akademisi Sentil Polemik Ijazah Jokowi: Banyak Tuduhan Bukan Berarti Benar
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.