jpnn.com, JAKARTA - TNI Angkatan Laut bersama Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) menggelar penyelaman bersejarah (historical dive) ke situs karamnya kapal perang AS USS Houston di perairan Selat Sunda, utara Pulau Panjang, Provinsi Banten, Kamis (5/11).
Kegiatan ini melibatkan 18 penyelam, terdiri atas 12 penyelam TNI AL yang tergabung dalam Naval Historical Dive (NHD) dan enam personel Naval History and Heritage Command (NHHC) US Navy.
BACA JUGA: Korps Marinir TNI AL Sita Senjata Diduga Milik KKB di Papua Pegunungan
Historical dive di situs karamnya USS Houston merupakan rangkaian dari Latihan Bersama Cooperation Afloat Readiness and Training (_Latma CARAT_) 2026 yang TNI AL, Angkatan Laut AS, dan Korps Marinir AS ikuti.
Asops KSAL Laksda TNI Yayan Sofiyan mengoordinasikan historical dive USS Houston ini. Kolonel Laut (PM) Juang Pawana, S.H., https://M.Han bertindak sebagai Komandan Satgas Penyelaman dan Kolonel Laut (P) Yudo Ponco Ari P bertindak sebagai Director on Duty (DoD).
BACA JUGA: TNI AL Gagalkan Peredaran Vape Narkotika Senilai Rp34,9 Miliar
Wakil Komandan Komando Pasukan Katak (Wadan Kopaska) TNI AL Agus Yudho Kristianto selaku inspektur upacara, menyampaikan historical dive USS Houston merupakan bagian dari diplomasi sejarah yang TNI AL jalankan bersama Angkatan Laut Amerika Serikat.
Sejumlah unsur TNI AL terlibat dalam penyelaman di situs karamnya USS Houston, yaitu Dinas Sejarah TNI Angkatan Laut (Disjarahal), Komando Pasukan Katak (Kopaska), Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Koppeba), serta Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten.
BACA JUGA: TNI AL Kerahkan KRI Bung Tomo-370 untuk Mencari ABK KM Khatulistiwa 8
Dalam kesempatan yang sama, Atase Korps Marinir AS untuk Indonesia (Marines Attaché) Lieutenant Colonel (LtCol) Tyler Bahn menyambut baik penyelaman bersama antara dua negara di perairan Selat Sunda, Kamis.
"Ini merupakan upaya selama bertahun-tahun bersama mitra Indonesia untuk meningkatkan perhatian terhadap dan melindungi situs peristirahatan terakhir korban perang Amerika Serikat serta kapal ini, yang menjadi pengingat penting dari masa lalu," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, TNI AL dan US Navy memperkuat upaya bersama untuk menjaga warisan dan memori sejarah, menghormati pengorbanan para pendahulu, serta mempererat kerja sama pertahanan maritim.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari





Komentar (0)